Kisah Inspiratif! Nur Jadi Pengusaha Donat dari BLT PKH

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 455 2367495 kisah-inspiratif-nur-jadi-pengusaha-donat-dari-blt-pkh-YdkBQ1MZte.png BLT PKH (Foto: Kemensos)

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mengupayakan percepatan penanggulangan kemiskinan. Tindakan itu direalisasikan dalam bentuk BLT Program Keluarga Harapan (PKH) yang dapat dijadikan inspirasi usaha.

Melalui program tersebut, keluarga penerima berhasil memanfaatkan dana bantuan untuk lebih mandiri secara ekonomi.

Hal ini terealisasi pada Nurasiyah Jamil (44), seorang ibu rumah tangga asal Kebon Pala, Jakarta Timur yang berhasil memanfaatkan BLT PKH untuk membangun usaha donat.

“Cerita inspiratif dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah tergraduasi dan mandiri secara ekonomi di Kebon Pala, Jakarta Timur,” dikutip dari Instagram Kemensos, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga: BLT Emak-Emak hingga Bansos Tunai Rp700 Triliun Jadi Penolong Ekonomi RI 

Ibu rumah tangga yang akrab di panggil Nur ini menjadi salah satu KPM PKH pada tahun 2010. Merintis usaha kecil hingga akhirnya memutuskan untuk graduasi mandiri pada tahun 2018.

Bersama sang suami, dia telah mampu berdikari dan berhasil membuka usaha donat yang diberi nama Hoki Donuts.

Nur mengatakan setiap dana yang didapat dari PKH, disisihkan untuk biaya hidup dan membangun usaha.

"Setiap dapat bantuan PKH, sedikit demi sedikit saya sisihkan untuk biaya hidup nantinya dan membangun usaha mandiri,” ujar Nurasiyah.

Saat pertama kali mendapatkan dana PKH pada 2010, dia dan suami sempat berjualan nasi uduk dan mi ayam. Kemudian berlanjut, Nur memulai usaha catering anak sekolah, namun terhambat karena pandemi.

Akhirnya dia dan suami memutuskan untuk fokus berjualan donat. Selain donat, dia juga berjualan makanan manis dan piza.

“Saat ini usaha donat, Hoki Donuts namanya, selain itu bikin dessert dan pizza juga,” lanjut Nur.

 BLT

Usaha yang dia bangun bermula dari adonan setengah kilogram per harinya. Kini, Nur telah berhasil menjual lima kilogram adonan per hari atau sekitar 40 lusin donut.

Antusias konsumennya cukup bagus, bahkan ada yang memesan dalam jumlah banyak. Tetapi Nur masih belum bisa menyanggupinya karena kendala oven yang digunakan masih manual dan berukuran kecil.

Namun, Nur bertekad akan mengumpulkan uang hasil jualan donat untuk dibelikan oven gas yang lebih besar.

"Niat saya ngumpulin dari hasil jualan donat ini, sedikit demi sedikit buat beli oven gas,” harap Nur.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini