Vision+ Dikabarkan Dalam Tahap Pembicaraan Merger dengan Malacca SPAC

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 278 2368125 vision-dikabarkan-dalam-tahap-pembicaraan-merger-dengan-malacca-spac-QqNNH6JqTt.jpg MNC Vision+ (Foto: Dok MNC Group)

JAKARTA - PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) sedang dalam tahap pembicaraan menggabungkan (merger) bisnis televisi streamingnya yaitu Vision+ dengan Blank Check Company yaitu Malacca Straits Acquisition Co.

Vision+ juga dikenal sebagai over the top (OTT) layanan Media di bawah MNC Play yang menyajikan layanan broadband dan TV Box Indonesia.

 Baca juga: Vision + Jadi Platform Streaming Online Nomor 6 Terbesar di Indonesia

Melansir Bloomberg, Jakarta, Kamis (25/2/2021) yang mengutip sumber, dalam transaksi perusahaan gabungan tersebut, Vision+ ditetapkan ikut dalam transaksi merger tersebut.

MNC Group yang dikendalikan oleh Hary Tanoesoedibjo, siap untuk memasukkan ekuitasnya ke dalam transaksi merger tersebut. Bahkan, akan menjadi pemegang saham terbesar dari entitas gabungan tersebut.

 Baca juga: Mau Penghasilan Tambahan? Ini Link Daftar "Ajak-Ajak Dapet Cuan" dari MNC Vision & MNC Play!

Sementara itu, pihak Malacca Straits Acquisition sudah memulai diskusi dengan para investor, termasuk Ray Zage's Tiga Investment untuk mengumpulkan dana USD50 juta atau lebih sebagai modal ekuitas baru tersebut. Di mana, perusahaan gabungan tersebut bakal mempunyai nilai perusahaan sekira USD600 juta.

Sumber tersebut juga mengatakan, transaksi merger tersebut akan diumumkan secepatnya sekira bulan depan. Namun, hasil kesepakatan hingga saat ini belum diselesaikan, bahkan persyaratan dapat berubah.

Hingga saat ini, perwakilan MNC, Malacca Straits dan Tiga menolak untuk berkomentar.

Seperti diketahui, Vision+, yang diluncurkan pada 2019, dibayar 1,6 juta pelanggan dan lebih dari 32 juta pengguna aktif bulanan. Sedangkan MNC Play memiliki sekitar 300.000 pelanggan, menurut pengarsipan MNC diposting bulan ini.

Bisnis Media tersebut membukukan Ebitda dan pendapatan masing-masing sekira USD46 juta dan USD77 juta pada tahun 2020. Angka-angka tersebut diproyeksikan tumbuh di kompleks tarif tahunan sebesar 39% dan 45% hingga 2025 menjadi USD293 juta dan USD400 juta berdasarkan basis pelanggan berbayar yang diharapkan sekitar 6,6 juta, kata mereka.

Sementara itu, Malacca Straits SPAC, yang dipimpin oleh CEO Kenneth Ng serta investasikan khusus oleh pan-Asia Argyle Street Management Ltd sebagai sponsor bersama. Ini mengumpulkan USD144 juta pada awal Juli penawaran umum dan mengatakan akan memfokuskan pencariannya untuk target di Asia Tenggara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini