Vision + Jadi Platform Streaming Online Nomor 6 Terbesar di Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 320 2366924 vision-jadi-platform-streaming-online-nomor-6-terbesar-di-indonesia-xb3u4cEnNh.jpg Vision + Terus Berkembang dan Bertumbuh. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Anak usaha PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), Vision + mencatat pertumbuhan dan perkembangan yang pesat selama satu satuh terkakhir. Platform streaming video online berlangganan tersebut pun menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

Berdasarkan penelitian Comscore, Vision + menduduki peringkat keenam situs hiburan yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Perusahaan memiliki lebih dari 1,6 juta pelanggan berbayar dengan 33 juta Pengguna Aktif Bulanan (MAU), sehingga menempatkan Vision + di depan para pesaing lokal dan internasionalnya.

Baca Juga: Tahan Segala Cuaca, Berkonten Terbaik & Bonus Jutaan Rupiah, CEO IPTV: MNC Vision, Pay TV Keluarga Indonesia!

Sedangkan data Media Partners Asia (MPA) menunjukkan terdapat sekitar 5,1 juta pelanggan SVOD langsung (2020) di Indonesia. Dari jumlah tersebut 31% merupakan pelanggan untuk Vision +.

Vision + terus mendominasi pasar melalui konten eksklusifnya yang komprehensif, dalam bentuk saluran berbayar yang sesuai dan VOD asli yang diproduksi Vision Pictures.

Baca Juga: Hasil RUPS MNC Vision Networks, Pergantian Direksi Hingga Laporan Kinerja Keuangan

Selain itu, platform online ini juga memiliki saluran Free-to-Air lokal terlengkap dan pilihan saluran premium internasional terlengkap dengan fitur mengejar ketinggalan. Selain itu, 4 saluran FTA yaitu RCTI, MNCTV, GTV, & iNews (MNCN) yang memiliki rata-rata pangsa pemirsa lebih dari 50% pada primetime dan TV One & ANTV (VIVA) yang sama-sama eksklusif untuk Grup IPTV.

Hal ini menjadikan Vision + sebagai satu-satunya platform OTT yang secara eksklusif menyalurkan semua saluran FTA di Indonesia. Secara historis, kinerja saluran FTA pada platform berbasis pelanggan di Indonesia selalu kuat, yang menyumbang lebih dari 70% pemirsa TV-berbayar dan OTT pada periode tertentu.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini