6 Fakta Cuti Bersama Dipangkas, Ingat Ya PNS Jangan Bolos!

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Sabtu 27 Februari 2021 05:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 320 2368797 6-fakta-cuti-bersama-dipangkas-ingat-ya-pns-jangan-bolos-wqLbVVYdCu.jpg Cuti Bersama 2021 Dipangkas. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk memangkas cuti bersama dari 7 hari menjadi 2 hari pada tahun 2021. Hal tersebut menyusul ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Andi Rahadian mengatakan, pemangkasan cuti bersama ini juga berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Mengingat, dalam SKB tersebut juga ikut ditandatangani oleh MenpanRB Tjahjo Kumolo.

Berikut fakta-fakta terkait cuti bersama 2021 dipangkas, yang telah Okezone rangkum, Sabtu (27/2/2021).

1. Alasan Pemerintah Pangkas Cuti Bersama Jadi 2 Hari

Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, ada beberapa alasan pemerintah memutuskan untuk memangkas libur atau cuti bersama pada tahun ini. Pertama adalah sebagai upaya dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19) mengingat kurva kasus positif masih belum melandai.

Menurut Muhadjir, sehabis libur panjang, ada kecenderungan kasus covid 19 mengalami peningkatan karena mobilitas masyarakat cenderung naik. Sementara itu program vaksinasi juga saat ini sedang berjalan.

2. Jadwal Cuti Bersama 2021

Adapun cuti bersama 2021 yang dipangkas:

1. Cuti Bersama Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW: 12 Maret

2. Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri: 17, 18, 19 Mei

3. Cuti Bersama Hari Raya Natal 2021: 27 Desember

Cuti Bersama 2021 diputuskan hanya tinggal 2 hari. 12 Mei dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan 24 Desember dalam rangka Raya Natal 2021.

Sementara cuti bersama yang tetap yakni pada 12 Mei dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan 24 Desember dalam rangka Raya Natal 2021.

3. PNS Dilarang Bolos

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Andi Rahadian mengatakan, dengan adanya pemangkasan cuti bersama ini, para Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta untuk tetap patuh pada protokol kesehatan dan imbauan pemerintah.

Salah satunya adalah dengan tidak bepergian ke luar kota tanpa alasan yang akhirnya berujung kepada perilaku disiplin alias bolos kerja

"Karena SKB tersebut dapat menjadi acuan dan rujukan bagi para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam melakukan pengawasan kepada para ASN agar tidak melakukan pelanggaran disiplin atau tidak masuk tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

4. Didukung Pengusaha Mal

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan pihaknya menyambut baik keputusan tersebut. Hal ini untuk mencegah peningkatan jumlah kasus positif Covid-19.

"Kami dari pusat perbelanjaan mendukung keputusan tersebut demi untuk mencegah peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 yang berdasarkan pengalaman selama ini selalu terjadi lonjakan jumlah kasus positif setelah.

5. Berdampak Positif bagi Mal di Jakarta

Ketua Umum DPP Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan bahwa kebijakan ini akan menguntungkan pelaku usaha mall di Jakarta.

“Ini akan bermanfaat bagi pelaku usaha mall di Jakarta. Karena dengan kebijakan itu masyarakat tidak kemana - mana atau tidak liburan. Jadi masyarakat tetap ke mall untuk makan siang dan lainnya” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

6. Efeknya ke Ekonomi RI

Menurut Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, kebijakan pemerintah terkait pengendalian pandemi misalnya melalui pemangkasan cuti bersama Lebaran 2021 sepertinya kontradiktif dengan diskon PPnBM untuk mendorong masyarakat beli mobil baru.

"Jadi ibaratnya harga mobil murah, tapi mobilitas dibatasi. Padahal penjualan mobil biasanya naik jelang Lebaran. Ini tradisi kelas menengah di Indonesia mau silaturahmi di kampung halaman dengan mobil baru," ujar dia kepada MNC Portal Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini