Harga Minyak Anjlok, OPEC Diperkirakan Naikkan Produksi

Sabtu 27 Februari 2021 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 320 2369249 harga-minyak-anjlok-opec-diperkirakan-naikkan-produksi-6FMT1Yyu7U.jpg Harga Minyak Anjlok. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak turun karena penguatan dolar AS dan perkiraan kenaikan pasokan minyak mentah sebagai respons terhadap kenaikan harga saat pra-pandemi.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Apri turun USD2,03 atau 3,2% menjadi USD61,50 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April, juga turun 75 sen atau 1,1% menjadi USD66,13 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga: Harga Minyak Bervariasi, Kilang Texas Kembali Produksi

Sementaran kontrak Brent untuk pengiriman Mei yang lebih aktif diperdagangkan turun USD1,69 menjadi USD64,42 per barel.

Sebagai informasi, Dolar AS menguat karena imbal hasil obligasi pemerintah AS level tertinggi dalam satu tahun. Hal ini yang membuat minyak yang dihargakan dalam greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca Juga: Produksi Minyak AS Turun, Brent Naik Jadi USD67,04/Barel

Sementara itu, untuk perdagangan minggu ini, Brent telah melonjak 4,8% dan WTI terangkat 3,8%. Kedua harga minyak ini juga naik sekitar 20% selama bulan ini karena gangguan pasokan di Amerika Serikat dan optimisme atas pemulihan permintaan ketika program vaksinasi Covid-19 mulai diluncurkan di banyak negara.

"Ini adalah waktu yang tidak pasti, sepertinya bukan waktu untuk memuat posisi aset-aset berisiko," kata Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, dikutip dari Antara, Sabtu (27/2/2021).

Investor juga tengah waspada terhadap potensi peningkatan produkis dari OPEC dan sekutunya di pertemuan minggu depan. Juga pada laporan persediaan AS minggu ini menunjukkan peningkatan stok minyak yang mengejutkan.

Pelaku pasar juga menunggu pertemuan penting oleh produsen-produsen minyak utama. Investor bertaruh bahwa pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) minggu depan dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, akan menghasilkan lebih banyak pasokan yang kembali ke pasar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini