Produksi Minyak AS Turun, Brent Naik Jadi USD67,04/Barel

Kamis 25 Februari 2021 07:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 320 2367932 produksi-minyak-as-turun-brent-naik-jadi-usd67-04-barel-D3Pbt7jcwa.jpg Harga Minyak Dunia Naik (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam 13 bulan terakhir di perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Data pemerintah AS menunjukkan terjadi penurunan produksi minyak mentah setelah cuaca beku menyebabkan penutupan besar-besaran fasilitas produksi di Texas.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik USD1,67 atau 2,6% menjadi USD67,04 per barel. Patokan minyak global ini mencapai puncak pada sesi perdagangan di level USD67,30 per barel atau tertinggi sejak 8 Januari 2020.

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April naik USD1,55 atau 2,5% menjadi USD63,22 per barel. Di mana sebelumnya menyentuh level USD63,37 per barel atau tertinggi sejak 8 Januari 2020.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Beragam, Brent Tembus USD65,37/Barel

Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat produksi minyak mentah AS turun lebih dari 10% atau satu juta barel per hari pada pekan lalu. Hal ini karena badai musim dingin di Texas.

Input minyak mentah ke kilang-kilang turun pada level terendah sejak September 2008, karena cuaca beku tersebut juga mematikan listrik.

“Jika mendapatkan penurunan seperti itu dalam satu minggu produksi EIA, kemungkinan besar akan mendapatkan lebih banyak setelah itu,” kata Analis Senior Price Futures Phil Flynn, dikutip dari Antara, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik karena Produksi Terhambat

Meski demikian, saat ini Kapal Houston perlahan-lahan mulai kembali normal, setelah hampir seperempat kapasitas penyulingan nasional menganggur karena pembekuan. Penyulingan minyak juga mulai kembali beroperasi minggu ini.

Reli tersebut melanjutkan pergerakan minyak yang stabil ke tingkat yang tidak terlihat sejak sebelum pandemi virus corona karena peningkatan distribusi vaksin dan perkiraan untuk permintaan baru.

Harga minyak telah menguat sekitar 30%sejak awal tahun, didorong juga oleh pemotongan pasokan yang sedang berlangsung oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya.

Beberapa investor telah menumpuk kontrak opsi minyak hingga 100 dolar AS, karena minat terhadap komoditas-komoditas saat lindung nilai terhadap tekanan inflasi meningkat, kata sumber industri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini