Jauh Lebihi China, Jumlah Crazy Rich Indonesia Diperkirakan Naik 67%

Minggu 28 Februari 2021 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 455 2369621 jauh-lebihi-china-jumlah-crazy-rich-indonesia-diperkirakan-naik-67-DNkkNTMHfp.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Jumlah orang super kaya di Indonesia - crazy rich Indonesians - diperkirakan akan jauh melewati jumlah di China dalam lima tahun ke depan, di tengah peluncuran vaksin Covid-19 dan didukung dengan pemulihan ekonomi.

Perkiraan perusahaan properti yang bermarkas di London, Knight Frank Wealth Report 2021, menunjukkan jumlah orang super kaya akan naik 67% dalam lima tahun ke depan sampai 2025.

 Baca juga:  6 Crazy Rich Hong Kong yang Usianya di Atas 90 Tahun

"Jumlah orang dengan nilai individual ultra tinggi yakni mereka dengan kekayaan USD30 juta ke atas (Rp 427 miliar) diperkirakan akan meningkat 67,2% dalam lima tahun ke depan," kata Victoria Garret, kepala unit residensial Knight Frank untuk Asia-Pasifik kepada wartawan mengutip BBC Indonesia.

"Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan China daratan yang diperkirakan hanya akan tumbuh sekitar 46,3%," tambahnya.

Tetapi dari sisi jumlah individu, menurut Victoria, orang super kaya di China pada 2025 diperkirakan menjadi 103.000 sementara Indonesia sekitar 1.000.

 Baca juga: Kenalan dengan 5 Wanita Terkaya Hong Kong, Ada yang Punya Rp187 Triliun

Laporan Knight Frank ini secara resmi akan diluncurkan pada Selasa (02/03) dengan kategori kekayaan di atas Rp427 miliar termasuk aset rumah.

Penduduk muda dan meningkatnya kelas menengah

Tidak ada rincian di sektor mana saja orang super kaya ini akan muncul, namun faktor pendorong adalah populasi muda.

"Tak ada informasi rinci dari sektor mana saja individu ini muncul, namun yang dapat kami katakan adalah dalam jangka panjang, perekonomian Indonesia akan tumbuh pesat karena besarnya populasi muda dan meningkat pesatnya kelompok menengah."

"Faktor-faktor inilah yang dapat bertahan pada jangka panjang. Selain itu, faktor ini terkait juga dengan meningkat pesatnya sektor konsumen dan individu-individu yang terkait sektor ini adalah mereka yang menikmati keuntungan ini."

"Salah satu contoh adalah Go-Jek yang berkembang dari aplikasi transportasi menjadi aplikasi super untuk pembayaran dan pesan antar," kata Victoria lagi.

Victoria juga mengatakan program vaksinasi (yang dimulai Januari lalu) akan membantu pemulihan ekonomi Indonesia karena "sentimen di lapangan membaik dan akan membuka jalan pertumbuhan kemakmuran."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini