Merger Pelindo I-IV Kejar Ketertinggalan Logistik RI dengan Singapura

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 320 2371077 merger-pelindo-i-iv-kejar-ketertinggalan-logistik-ri-dengan-singapura-DRXhSfn5Fw.jpg Rencana Merger Pelindo I-IV. (Foto :Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Achmad Baidowi menilai, rencana Kementerian BUMN menggabungkan (merger) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo I-IV patut dicermati dengan baik.

Sebagai operator utama sejumlah pelabuhan di Indonesia, keberadaan empat perseroan dalam satu perusahaan baru, dinilai mampu menghadirkan layanan yang terintegrasi dan terstandarisasi. Di mana, layanan di satu pelabuhan akan sama dengan pelabuhan lainnya.

Bahkan, merger Pelindo Group diyakini bisa membuat kualitas layanan logistik di Tanah Air semakin meningkat.

Baca Juga: Merger, Dirut Pelindo II: Bisa Kurangi Biaya Logistik

"Hal ini penting mengingat selama ini Indonesia tertinggal dalam layanan logistik dibanding negara-negara tetangga, khususnya Singapura dan Malaysia," ujar awiek sapaan akrab Achmad Baidowi Selasa (2/3/2021).

Dalam catatanya, biaya logistik Indonesia cukup besar. Biaya logistik Indonesia mencapai 23,5%% dari Produk Domestik Bruto (PDB), berbeda dengan Malaysia yang hanya 13% dari PDB. Besarnya biaya logistik ini sangat berpengaruh pada indeks kemudahan berusaha yang selama ini menjadi perhatian calon investor untuk berinvestasi di sebuah negara.

Meski demikian, sisi negatifnya juga harus diperhatikan, khususnya terkait keberlangsungan usaha anak dan cucu perseroan. Ihwal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pun menjadi pertimbanganlain salam proses merger.

Senada dengannya, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mencatat, langkah transformasi perseroan pelat merah itu untuk meningkatkan value creation Pelindo group. Sumber penciptaan nilai bisa di dihasilkan dari efisiensi biaya dari masing-masing perseroan.

Baca Juga: Rencana Merger Pelindo I-IV, Ini Penjelasan Kementerian BUMN

Hal ini diharapkan bisa mengurangi biaya logistik secara nasional. Bahkan dengan merger, memungkinkan adanya potensi produktivitas layanan yang dapat ditingkatkan manajemen.

"Misal dengan layanan kombinasi produk yang bisa di bundling serta spesialisasi di masing-masing legacy. Misal ada yang fokus di peti kemas, car terminal atau passenger terminal, serta fokus sebagai hub pelabuhan export," ujar Toto saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

Manfaat lainnya merger adalah customer atau pelanggan di sektor pelayaran. Pelanggan dapat meningkatkan tingkat kepuasan karena layanan satu atap untuk seluruh wilayah kerja pelabuhan di Indonesia. Layanan satu atap akan mempercepat proses dokumen serta kemudahan admin lainnya.

"Peningkatan daya saing BUMN Pelindo group ini sangat penting dalam menghadapi kompetisi dengan negara tetangga yang sudah lebih dulu menjadi hub pelabuhan internasional seperti Singapura. Atau bahkan mulai harus bersaing dengan pengelola pelabuhan raksasa domestik seperti Patimban," kata dia.

Dengan merger Pelindo, nantinya akan ada entitas baru yang meleburkan empat entitas Pelindo yang ada saat ini. Meki begitu, dia mencatat ada tantangannya bagi perseroan. Dimana, tantangannya adalah menajamen bisa melebur dengan mulus sehingga tidak menimbulkan gesekan diantara legacy.

"Makanya pelaksanaan strategi post merger integration jadi penting . Di sini perlu difokuskan proses standarisasi atas semua fungsi perusahaan yang ada sehingga tidak menimbulkan gap. Dan perlu new corporate culture yang bisa meleburkan warisan, budaya setiap entitas yang tadinya berdiri terpisah," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini