TKDN Pengusaha Tambang Hanya 35,85%

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 21:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 320 2371868 tkdn-pengusaha-tambang-hanya-35-85-Lv7QtcSmUK.jpg TKDN Pengusaha Tambang Baru 35%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Realisasi belanja Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk sektor batu bara mencapai 35,85% pada 2020.

Sub Koordinator Bimbingan Pengelolaan Barang Operasi Usaha Batu Bara Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Sinta Amalia mengatakan, capaian TKDN pada 2020 lebih tinggi dibandingkan 2019 sebesar 23,30%. Adapun perhitungan TKDN perusahaan batu bara merupakan perhitungan belanja barang modal perusahaan tambang.

Baca Juga: Harga Batu Bara Turun Imbas China 'Irit' Listrik

"Data ini belum final karena data triwulan IV belum semua masuk. Masih dalam proses rekapitulasi laporan triwulan IV 2020," ujarnya dalam webinar Minerba Talk secara virtual, Rabu (3/3/2021).

TKDN pada perusahaan batu bara terdiri dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), Izin Usaha Pertambangan (IUP) BUMN, dan IUP Penanaman Modal Asing (PMA). Pada tahun 2020, masing-masing TKDN dari PKP2B mencapai 36,06%, sedangkan IUP BUMN & IUP PMA mencapai 32,30%.

Baca Juga: Harga Batu Bara Naik di Februari, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, Ketua Bidang Tata Kelola Perwakilan Daerah Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Spencer Paoh mengatakan, ketersediaan barang penunjang pertambangan dalam negeri masih terbatas dan dengan spesifikasi tertentu belum tersedia di dalam negeri.

"Saat ini penggunaan produk luar negeri masih cukup besar di sektor pertambangan Indonesia. Kalaupun ada beberapa teknologi yang dikembangkan di Indonesia, itu belum sampai tahap komersial atau masih pilot project," tuturnya.

Meski begitu, masih ada peluang untuk meningkatkan TKDN di sektor pertambangan mengingat industri pertambangan yang dinamis. Selain itu, masih banyak perusahaan pertambangan dalam negeri yang masih produksi.

"Peluang penggunaan barang dan jasa dalam negeri di industri pertambangan sangat terbuka. Untuk itu, perlu keterlibatan dan komitmen secara langsung dari perusahaan pertambangan untuk menerapkan optimalisasi TKDN," jelas Spencer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini