5 Destinasi Super Prioritas Baru, Sandiaga: Jadi Penopang Ekonomi Kita

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 320 2373282 5-destinasi-super-prioritas-baru-sandiaga-jadi-penopang-ekonomi-kita-h9Wf9ceMQb.jpg Sandiaga Uno (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan lima destinasi super prioritas baru di sejumlah daerah. Pembangunan akan dilakukan usai proyek pengembangan lima destinasi yang saat ini digodok rampung.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, pembangunan lima destinasi super prioritas baru itu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19. Adapun daerah yang menjadi kawasan destinasi super prioritas adalah Bilitung, Wakatobi, Raja Ampat, Morotai, dan destinasi lainnya.

"Ada lima destinasi super prioritas, tapi ada lima lagi yang disiapkan setelah itu, termasuk Bilitung, Wakatobi, Raja Ampat, Morotai, dan destinasi lain. Ini lagi kita persiapkan agar bisa menjadi penopang dari pertumbuhan ekonomi kita," ujar Sandi dalam dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jumat (5/3/2021). malam.

Baca Juga: Diresmikan Jokowi, Bendungan Sindang Heula Bisa Dijadikan Destinasi Wisata 

Sementara itu, lima destinasi yang saat ini dibangun di antaranya Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Danau Toba, Sumatera Utara, Likupang, Sulawesi Utara, dan Borobudur, Jawa Tengah. Dengan begitu, ada 10 destinasi super prioritas yang dimiliki Indonesia.

Sandi optimis, kesepuluh kawasan ini akan mampu mendongkrat kinerja perekonomian dalam negeri. Dalam konteks pandemi, kebangkitan sektor pariwisata menjadi signal bagi pemulihan ekonomi nasional.

"Saya garis bawahi, kebangkitan pariwisata itu singal pulihnya ekonomi kita. Dan ini harus kita lakukan dalam konteks inovasi," kata dia.

Dalam catatanya, ada 34 juta orang Indonesia bergantung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pandemi Covid-19 mengakibatkan mereka terpuruk, dan dari total tersebut sebanyak 2 juta orang kehilangan pekerjaan.

Meski begitu, keadaan krisis tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk hanya sekadat berpangku tangan dan pesimis. Sandi menilai, kondisi harus dijadikan batu loncatan untuk bangkit dan terus memotivtasi diri.

"Di tengah Covid-19 kita harus bahu-membahu agar bangsa ini pulih, bangkit ekonominya, kita bisa kalahkan Covid dan kita bisa melanjutkan pembangungan kita," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini