JAKARTA - Menabung merupakan hal wajib yang harus dilakukan dalam pengelolaan keuangan. Namun pernahkah berpikir setelah sekian lama menabung namun hasilnya tidak kunjung bertambah:
Hal itu bisa saja terjadi karena ada yang salah dengan cara menabung. Tapi jangan khawatir karena terdapat banyak cara yang mudah untuk mengganti kebiasaan menabung yang salah itu.
Baca juga: Pentingnya Dana Darurat, Bisa Kendalikan Pengeluaran Tak Terduga
Mengutip buku 10 Langkah Menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri Khusus Karyawan karya Lutfi Trisandi Rizki, SE, MM, RFA, CFP, QWP, AEPP, & Iin Susanto, Minggu (7/3/2021) hindari kesalahan ini dalam menabung agar hasilnya stabil dan bertambah:
1. Tidak Menabung Sejak Awal
Menabung memang harus dipaksakan. Agar merasa ada motivasi maka harus memiliki tujuan yang jelas. Cara memaksakan diri untuk menabung adalah melakukannya di awal, yaitu sesaat setelah menerima gaji. Dengan begitu tidak akan lagi tergoda untuk menghabisakan uang dengan boros. Jika perlu gunakan ATM agar susah untuk mengambilnya. Kebiasaan ini akan membentuk kebiasaan baik yang akan berdampak pada hidup di masa depan.
Baca juga: Lakukan Hal Ini agar Gaji Tak Cuma Numpang Lewat
2. Menabung Tanpa Tujuan
Jika hanya menabungkan sisa-sisa uang receh kembalian, itu artinya menabung tanpa tujuan. Hal ini tidak akan memotivasi diri untuk menabung dengan nominal yang lebih banyak. Untuk itu, menabung perlu tujuan. Setelah tujuan ditetapkan, pisahkan uang tabungan ke dalam rekening khusus agar tidak tercampur dengan uang kebutuhan sehari-hari.
3. Tabungan Disamakan dengan Dana Darurat
Kebanyakan orang menganggap tabungan adalah cadangan dana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendadak. Ternyata penggunaan hal tersebut kurang tepat. Dalam perencanaan keuangan, untuk memenuhi kebutuhan tak terduga, gunakan uang dana darurat bukan tabungan. Sebab tabungan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sudah direncanakan, seperti memenuhi suatu kebutuhan, membeli barang atau berlibur.
4. Menabung Disamakan dengan Investasi
Banyak orang yang belum bisa membedakan penggunaan instrumen investasi dan tabungan dalam perencanaan keuangan. Instrumen investasi seperti saham ataupun reksadana, dapat digunakan untuk tujuan jangka panjang di atas 5 tahun. Seperti untuk uang modal menikah dan membeli rumah. Sementara tabungan digunakan untuk tujuan jangka pendek yang umumnya di bawah 1 tahun. Seperti untuk liburan atau membeli alat elektronik baru. Perlu diingat, untuk melakukan investasi pilihlah instrumen keuangan yang tepat dan jelas sehingga bisa mempercepat pencapaian tujuan keuangan.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.