Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Prediksi IHSG Sepekan

Aditya Pratama , Jurnalis-Senin, 08 Maret 2021 |07:59 WIB
Begini Prediksi IHSG Sepekan
Saham (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan diwarnai sejumlah sentimen pada perdagangan sepekan ke depan. Sentimen tersebut baik dari eksternal maupun internal.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee mengatakan, dari luar negeri akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen, pertama adalah mengenai Yield US Treasury, dimana pada akhir pekan pasar Wall Street terlihat mengalami kenaikan menyusul kenaikan yield obligasi pemerintah AS yang mulai tertahan.

 Baca juga: IHSG Sepekan Menguat 0,27% tapi Kapitalisasi Bursa Merosot, Cek 4 Faktanya

Yield US Treasury tenor 10 tahun melemah ke level 1,55 persen setelah menyentuh posisi di atas level 1,6 persen. Angka ini adalah yang tertinggi di tahun 2021 menyusul data yang menunjukkan kenaikan pertumbuhan lapangan kerja.

"Departemen Tenaga Kerja USA melaporkan bahwa data nonfarm payrolls naik 379.000 dan tingkat pengangguran turun menjadi 6,2 persen. Data itu lebih tinggi dari ekspektasi 210.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran tetap di angka 6,3 persen pada Januari. Perbaikan data ekonomi cenderung mendorong Yield US Treasury bergerak naik," ujar Hans, Minggu (7/3/2021).

 Baca juga: Kapitalisasi Pasar Bursa Tergerus Jadi Rp7.352 Triliun

Turunnya Yield US Treasury di akhir pekan dari level tertinggi di tambah harapan segera di sahkannya paket Stimulus fiskal jumbo USA membuat pasar saham di perkirakan akan menguat di awal pekan ini. Tetapi bila Yield US Treasury naik lagi dikhawatirkan pasar akan kembali terkoreksi.

Sentimen selanjutnya adanya kenaikan suku bunga acuan memicu kekhawatiran bahwa perusahaan teknologi yang berorientasi pada pertumbuhan akan mengalami gangguan. Sektor teknologi tahun lalu memimpin reli pasar, mungkin akan kesulitan memenuhi ekspektasi pertumbuhan jika biaya pinjaman mengalami kenaikan.

"Investor terlihat beralih ke saham yang dipandang berpotensi mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi, setelah peluncuran vaksinasi Covid-19 dan program vaksin di Amerika Serikat yang cukup sukses. Selain itu potensi di sahkannya paket stimulus fiskal Jumbo Amerika Serikat juga mendorong potensi pemulihan ekonomi lebih kuat dan naiknya Yield US Treasury," kata dia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement