Pasar Saham AS Diramal Membaik, Eropa Masih Abu-Abu

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 278 2374412 pasar-saham-as-diramal-membaik-eropa-masih-abu-abu-cIvHuwJ5oM.jpeg Bursa saham Wall Street (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Perdagangan di pasar saham di beberapa negara juga terkena imbas dari adanya Pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh kawasan di dunia. Alhasil, pasar saham pun terjadi kelesuan seperti di Amerika Serikat dan kawasan Eropa pada tahun 2020.

Lalu, terkini bagaimana kondisi bursa di kedua negara maju tersebut? Menurut Head of Investment Strategy Bank of Singapore Eli Lee dengan berlalunya proses pelantikan Joe Biden, peluang pasar saham di AS akan lebih terbuka bagi sektor-sektor Cyclical dan Value, sementara sektor Growth akan cukup kompleks dengan ketidakpastian tersendiri.

Baca Juga: Wall Street Berpesta, 3 Indeks Utama Menguat Hampir 2%

"Pandangan kami terhadap pasar saham AS saat ini masih konstruktif, walaupun penyebaran Covid-19 masih tinggi sehingga masih akan memicu volatilitas jangka pendek di pasar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/3/2021).

Baca Juga: Wall Street Anjlok, Nasdaq Turun hingga 10%

Dia menilai kombinasi antara pemulihan ekonomi dan tingkat inflasi yang mulai pulih dari level terendahnya akan menopang kinerja pasar saham.

"Dan terutama dengan kondisi ekonomi yang saat ini, kami percaya bahwa bank sentral AS The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar untuk mensupport pasar saham," katanya.

Sementara itu untuk kawasan Eropa, Eli Lee menyebut meskipun perkembangan seputar vaksin sejauh ini positif, namun tingkat keyakinan konsumen di beberapa negara inti seperti Perancis dan Jerman cukup tertekan akibat kebijakan lockdown.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa akan ada potensi terjadinya koreksi terhadap pasar saham, sebelum distribusi vaksin yang lebih besar. Saat ini kami masih netral terhadap pasar saham kawasan Eropa, sementara untuk pasar saham Inggris kami semakin positif, seiring dengan kesepakatan Brexit yang baru dicapai pada Desember 2020," kata Eli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini