Laba Bank Permata Ambles 51% Jadi Rp721 Miliar

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 20:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 278 2375161 laba-bank-permata-ambles-51-jadi-rp721-miliar-bJsGR2eExo.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang 2020. Pada kuartal IV-2020 Bank Permata mencatatkan laba bersih Rp721,58 miliar atau turun 51,90% dibanding tahun 2019 sebesar Rp1,50 triliun.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/3/2021), pendapatan BNLI di kuartal IV-2020 tercatat sebesar Rp8,85 triliun atau naik 12,96% dari tahun sebelumnya sebesar Rp7,83 triliun dengan laba per saham dasar 26.

Adapun pendapatan perseroan terdiri atas pendapatan bunga, syariah, provisi dan komisi-bersih, transaksi perdagangan bersih dan operasional lainnya.

Baca Juga: Jadi Bank BUKU IV, Investor Makin Lirik Bank Permata 

Pendapatan bunga tercatat Rp10,45 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp10,11 triliun; pendapatan syariah tercatat Rp1,47 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,62 triliun; pendapatan provisi dan komisi-bersih tercatat Rp1,08 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,11 triliun.

Pendapatan transaksi perdagangan bersih tercatat Rp778,53 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp575,76 miliar; pendapatan operasional lainnya tercatat Rp239,34 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp234,15 miliar.

BNLI mencatatkan adanya kenaikan beban operasional di kuartal IV-2020 menjadi Rp7,23 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,82 triliun. Beban bunga mengalami penurunan menjadi Rp4,76 triiun dari sebelumnya Rp5,37 triliun dan beban syariah juga menurun menjadi Rp613,61 miliar dari sebelumnya Rp648,97 miliar.

Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ada tahun 2020 tercatat Rp1,14 triliun. Sementara itu, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi tercatat Rp8,37 triliun.

Bank Permata mencatatkan liabilitas sebesar Rp162,65 triliun dan ekuitas Rp35,07 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp197,72 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp161,45 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini