Siap-Siap, Bakal Ada Aturan SNI Vape Tahun Ini

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 320 2375050 siap-siap-bakal-ada-aturan-sni-vape-tahun-ini-ONchCxzIeB.jpg Vape (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Penggunaan rokok elektrik di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Namun, regulasi yang mengatur produk ini masih sebatas peraturan cukai yang diatur dalam PMK 156/2018 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Pelaksana Tugas Direktur Hutan Industri dan Hasil Perkebunan Kementerian Perindustrian Edy Sutopo mengaku hanya mengatur pajak vape dan rokok elektrik.

“Ya, yang telah diatur adalah pajak melalui PMK,” ujar Edy Sutopo di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Baca Juga: Kalah Saing, Tarif Cukai Vape Diminta Turun Jadi 20% 

Saat ditanya apakah pemerintah berencana membuat aturan tentang vape dalam waktu dekat, Sutopo mengatakan sedang menyiapkan standar nasional dalam produk vape.

"Yang sedang disiapkan adalah standar (SNI) yang rencananya akan selesai pada tahun ini,” katanya.

Untuk aturan vape akan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya ada dalam standar ini. “Lainnya terkait aspek kesehatan, cukai, periklanan, dan lain-lain, kewenangannya ada pada kementerian lainnya,” ujarnya.

Peningkatan konsumsi rokok elektrik juga terjadi di berbagai negara lain, seperti Inggris dan Jepang yang secara langsung mengatur tentang penggunaan produk.

Negara-negara tersebut juga memberlakukan regulasi yang berbeda terhadap rokok elektrik dibandingkan rokok konvensional, hal tersebut berdasarkan profil risiko rokok elektrik yang dinilai lebih rendah daripada rokok konvensional.

Selain itu, studi Public Health England juga menemukan bahwa alasan utama penggunaan rokok elektrik adalah sebagai upaya untuk berhenti merokok, menjauhi kebiasaan merokok, atau mengurangi kebiasaan merokok.

General Manager RELX International Indonesia Yudhistira Eka Saputra mengatakan, para pelaku industri sangat mendukung penyusunan peraturan seputar rokok elektrik di Indonesia untuk menjernihkan kesalahpahaman vape dan membantu perokok memahami alternatif yang tersedia.

“RELX sangat mendukung semua rencana Pemerintah untuk mengatur rokok elektrik, regulasi ini harus didasarkan pada temuan ilmiah internasional tentang produk yang sudah beredar,” ujarnya.

Menurut Yudhistira, regulasi ini diharapkan mampu melindungi konsumen dari produk berkualitas rendah dan produk yang belum teruji keamanannya. “Selain melindungi konsumen, regulasi ini tentunya akan mendorong para pelaku industri untuk menghasilkan produk terbaik dan mengedepankan kualitas serta keamanan,” imbuh Yudhistira.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini