Hingga Awal Maret, Penyaluran KPR Subsidi Masih Lesu Baru 1,1%

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 470 2375584 hingga-awal-maret-penyaluran-kpr-subsidi-masih-lesu-baru-1-1-VLZWk9gzuC.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melaporkan sudah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 1.840 unit atau sekitar 1,17% dari target unit pemerintah. Sementara Jumlah tersebut memiliki nilai Rp201,098 miliar per pekan pertama Maret 2021.

Pada 2021 anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp19,1 triliun. Jika melihat angka ini, maka targetnya masih sangat jauh dari yang ditetapkan.

Baca Juga: Ini Biang Kerok Penyaluran KPR Subsidi Tersendat

Sementara itu, jika ditotal dari periode 2010 hingga 2021 sudah tersalurkan anggaran FLPP kepada 766.695 unit. Angka tersebut memiliki nilai mencapai Rp55,79 triliun.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada bank pelaksana untuk menyalurkan dana FLPP-nya. Mengingat target 2021 ini masih sangat jauh dari anggaran yang disiapkan.

Baca Juga: Penyaluran FLPP Bersamaan Subsidi Uang Muka Rumah, Cek Rinciannya

“Maret ini bank pelaksana sudah kami informasikan untuk mulai memproses antrian calon debitur KPR FLPP untuk tahun 2021,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (10/3/2021).

Sebagai informasi, hingga awal Maret, penyaluran dana FLPP telah disalurkan oleh 16 Bank pelaksana dari 38 bank pelaksana yang bekerja sama dengan PPDPP. Seperti, Bank BRI menyalurkan terbanyak periode ini dengan nilai 816 unit, kemudian disusul oleh Bank BJB sebanyak 405 unit.

Lalu ada Bank Jambi sebanyak 178 unit, Bank Artha Garha sebanyak 119 unit. Selanjutnta ada bank Sulselbar sebanyak 99 unit, Bank Jatim Syariah sebanyak 63 unit, Bank Nagari sebanyak 38 unit, Bank BNI sebanyak 33 unit, Bank Jambi Syariah sebanyak 30 unit.

Kemudian ada Bank BRI Agro, sebanyak 20 unit, Bank Riau Kepri Syariah sebanyak 15 unit, Bank DIY sebanyak 9 unit, Bank Kalsel Syariah sebanyak 5 unit. Dan ada juga Bank Riau Kepri sebanyak 5 unit, Bank Kalsel sebanyak 3 unit, dan Bank NTT sebanyak 2 unit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini