PNM dan TRIM Terbitkan Obligasi Rp902,5 Miliar

Kamis 11 Maret 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 278 2376117 pnm-dan-trim-terbitkan-obligasi-rp902-5-miliar-Y2vlUSXQTq.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Optimisme ekonomi mulai pulih di tahun ini menjadi alasan tren pertumbuhan penerbitan surat utang berlanjut. Momentum inilah yang dilakukan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berencana menerbitkan surat utang senilai total Rp 902,5 miliar.

Penerbitan surat utang ini bertujuan untuk mendukung kegiatan usaha perusahaan. Dalam siaran persnya mengutip neraca, PNM akan menerbitkan surat utang berbentuk Sukuk Mudharabah IV tahun 2020 seri B dengan nilai Rp 780 miliar. Sukuk ini memiliki bagi hasil floating dengan perhitungan 30/360 dan tenor tiga tahun.

 Baca juga: Bagaimana Kinerja Pasar Obligasi di Kuartal I-2021?

Distribusi secara elektronik akan dilakukan pada 10 Maret 2021. Kemudian pembayaran bagi hasil pertama pada 10 Maret 2024 dan dilanjutkan sampai jatuh tempo pada 10 Maret 2024. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) bertindak sebagai wali amanat dalam penerbitan sukuk tersebut.

Sementara itu, Trimegah Sekuritas akan menerbitkan MTN II tahap I tahun 2021 senilai Rp122,5 miliar. MTN ini memiliki tingkat bunga 10,5% dan tenor tiga tahun. Perseroan melakukan distribusi secara elektronik pada 9 Maret 2021 dan pembayaran bunga pertama pada 9 Juni 2021. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) bertindak sebagai agen pemantau dalam MTN ini. Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 8 emiten yang akan menerbitkan obligasi dan sukuk dalam waktu dekat. Nilai dari penerbitan obligasi itu mencapai Rp 10,5 triliun.

 Baca juga: 2 Provinsi Bakal Terbitkan Obligasi Daerah

Kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, berdasarkan pipeline BEI per 16 Februari 2021, 8 emiten tersebut akan menerbitkan 10 emisi. "Sebanyak 10 emisi itu terdiri atas 3 emisi sukuk dan 7 emisi obligasi dengan nilai Rp 10,5 triliun,"ujarnya. Penerbitan obligasi itu, menurut Nyoman akan meningkatkan penerbitan obligasi korporasi tahun ini yang berpotensi mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu. Potensi ini terlihat dari outstanding obligasi korporasi yang mulai menunjukkan pertumbuhan pasca adanya penurunan yang disebabkan oleh pandemi.

Menurut Nyoman, ada beberapa katalis yang bisa mendorong pertumbuhan obligasi itu. Katalis pertama adalah dari sisi kebijakan moneter dan fiskal yang tetap akomodatif. Kebijakan berupa penurunan suku bunga acuan mendorong penurunan biaya dana penerbitan surat utang korporasi. "Ditambah juga dengan adanya stimulus dari bank sentral untuk meningkatkan likuiditas di pasar uang sehingga membuat bank lebih banyak menempatkan dana di pasar obligasi,"jelasnya.

Kemudian, pemulihan ekonomi disinyalir akan terjadi pada tahun ini. Seiring dengan pemulihan itu, kebutuhan dana korporasi yang sempat tertunda pada 2020 akan meningkat pada tahun ini. Dari sisi global, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) mendorong masuknya aliran dana asing ke Indonesia. Pasalnya, investor asing mencari negara dengan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dari AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini