Fakta Mahalnya Harga Cabai, Begini Nasib Pedagang Pecel Ayam dan Nasi Padang

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 14 Maret 2021 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 13 320 2377278 fakta-mahalnya-harga-cabai-begini-nasib-pedagang-pecel-ayam-dan-nasi-padang-DoKwwSJ6MW.jpg Harga Cabai Kian Mahal. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga cabai rawit merah sepanjang pekan ini masih berfluktuasi cenderung tinggi di pasaran. Berdasarkan data dari Informasi Pangan Jakarta (PJ), harga rata-rata cabai rawit merah di DKI Jakarta sebesar Rp122 ribu per kg.

Harga cabai rawit merah pun bervariasi di setiap pasar, tertinggi terpantau di Pasar Pos Pengumben sebesar Rp140 ribu per kg. Sementara itu, harga terendah adalah Rp100 ribu per kg di Pasar Jembatan Lima.

Ada sejumlah fakta menarik dari makin pedasnya harga cabai pada pekan ini. Berikut Okezone merangkum sejumlah faktanya pada Minggu (14/3/2021).

1. Petani Enggan Jual Hasil Panennya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menyebut setelah musim panen Desember-Januari, petani enggan menjual hasil panennya karena harga sempat anjlok. Hal itu kemudian mengakibatkan kemunduran panen cabai rawit merah pada bulan ini, sehingga mengakibatkan kekurangan stok di pasar.

"Karena harga murah, petani kemudian enggan menanam lagi, sehingga terjadi keterlambatan penanaman. Juga diperparah oleh datangnya musim hujan," ujar Agung

2. Harga Cabai Bisa Turun Kembali

Tidak usah heboh dengan harga cabai yang tinggi saat ini. Sebab, harga cabai akan turun kembali nantinya.

Tinggi harga cabai karena saat ini sedang musim penghujan. Sehingga wajar saja harga cabai naik.

Harga cabai memiliki 2 siklus. Ketika musim penghujan akan naik, namun ketika musim panen tiba makan harga cabai akan turun atau anjlok lagi dengan sendirinya.

3. Biang Kerok Harga Cabai Makin Pedas

Sejumlah petani cabai di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengungkapkan sejumlah alasan kenapa harga cabai bisa begitu 'pedas' di pasaran.

Kondisi itu membuat petani jarang yang menanam cabai, bahkan dirinya pun hanya menanam untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Selain itu tingginya harga cabai saat ini juga disebabkan jalur distribusi yang terlalu panjang dari petani ke pasar.

Salah satu yang berpengaruh adalah faktor cuaca ekstrem sehingga membuat banyak tanaman cabai mati. "Akibat cuaca ekstrem tanaman cabai lebih mudah terserang hama dan mati, jadi hasil panen menjadi berkurang," terang petani di Desa Wangunharja, Lembang, KBB, Masri.

4. Harga Cabai Sudah Tinggi Sejak Dijual di Kebun

Petani di Desa Wangunharja, Lembang, KBB, Masri menyebutkan, harga cabai rawit di kebun sudah dijual di atas Rp80.000/kilogram. Namun ketika sudah sampai di pasar maka harga lebih tinggi lagi, sehingga tidak mengherankan harga ke konsumen bisa mencapai Rp120.000-140.000/kilogram.

"Meski harga mahal tapi tidak akan mendongkrak kesejahteraan petani, karena distribusi yang panjang serta stoknya juga tidak ada," kata dia.

5. Efek Harga Mahal, Pendapatan Pedagang Pecel Ayam Turun

Salah Satu Pedagang Pecel Ayam di Tangerang Efendi mengaku pendapatannya turun setelah harga cabai meroket. Selama harga cabai naik, pendapatan dagangnya berkurang sekitar 10%.

Meski mengaku merugi, lanjut Efendi, pihaknya tidak akan menaikan harga jual makanan. Sebab, Jika dinaikan nantinya akan membebani para pelanggan.

Dia mengatakan, untuk mengatasi harga cabai rawit yang mahal pihaknya mengkombinasikan dengan cabai keriting. Menurutnya, harga cabai yang naik saat ini tidak akan berlangsung lama.

6. Tak Berpengaruh ke Kualitas Masakan Padang Meski Cabai Mahal

Salah seorang pedagang warung nasi Padang, Uda Hendra (40 tahun) mengaku, kenaikan harga tersebut tidak terlalu mempengaruhi kualitas olahan masakannya.

Menurut Hendra, ini merupakan risiko dari berdagang. Oleh karena itu, dia mengaku tidak akan mengurangi penggunaan cabai dalam olahan masakannya karena khawatir nantinya akan kehilangan pelanggan.

"Engga, risiko si sebenarnya. Jualan kan ada juga murahnya, entar pas lagi murah kan lumayan dapat untung nah kalau lagi mahal ya itu risiko,” ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini