Sementara itu, pengamat pasar modal Lucky Bayu Purnomo menilai langkah VIVA menjual saham MDIA dalam skema pelunasan seluruh utang Grup VIVA sebagai langkah yang cerdas dan inovatif di tengah-tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi, sebab, tidak memberikan efek dilusi terhadap kepemilikan pemegang saham lainnya di MDIA serta tidak menyebabkan perubahan pengendalian terhadap MDIA dan entitas anaknya.
"Harga jual beli saham MDIA dilakukan di atas nilai buku. Utang dapat di-manage dengan baik dan kendali atas MDIA tetap berada di tangan VIVA," ujar Lucky.
Lebih lanjut, penyelesaian utang secara komprehensif tersebut diharapkan akan memberikan manfaat yang signifikan kepada Grup VIVA, antara lain menngurangi kewajiban utang perseroan dan entitas anak dalam denominasi dolar AS sehingga menghilangkan risiko fluktuasi penurunan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS dan biaya lindung nilai atau hedging.
Selain itu, posisi keuangan perseroan membaik dengan meningkatnya ekuitas perseroan karena jual beli saham obyek dilaksanakan dengan harga Rp158 per saham, lebih tinggi dari nilai buku.
Lalu, neraca keuangan yang lebih sehat dan arus kas yang kuat akan memberikan keleluasaan kepada perseroan untuk mengembangkan bisnis di ranah media digital dengan memanfaatkan footprint dan inventory yang dimiliki ANTV dan tvOne.
Anin menambahkan dengan level utang di PT Cakrawala Andalas Televisi (CATV) selaku entitas anak perseroan yang sangat "sustainable", Grup VIVA menjadi semakin lincah bergerak mengembangkan bisnis media digital via entitas anak perusahaan dan portfolio bisnis digital lainnya.
"Proses transformasi digital seluruh bisnis inti VIVA sudah kami mulai dan inisiatif diversifikasi konten-konten VIVA dan memperluas jangkauannya melalui berbagai platform digital untuk memanjakan konsumen milenial dan centennial akan diluncurkan dalam waktu dekat," ujar Anin.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.