JAKARTA - Bank Mandiri mengangkat Timothy Utama sebagai Direktur Informasi dan Teknologi menggantikan Rico Usthavia Frans yang telah habis masa jabatannya. Hal ini menjadi salah satu keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Sebelumnya, Timothy Utama merupakan Managing Director, Head of Operations and Technology Citibank.
Baca Juga: Bank Mandiri Bakal Gelar RUPS di Maret, Catat Jadwalnya
Pada jajaran komisaris, RUPST juga menyepakati penunjukkan Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris menggantikan Ardan Adiperdana.
Dengan keputusan ini, susunan direksi perseroan menjadi sebagai berikut:
Direktur Utama: Darmawan Junaidi
Wakil Direktur Utama: Alexandra Askandar
Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
Direktur Kepatuhan & SDM: Agus Dwi Handaya
Direktur Treasury & International Banking: Panji Irawan
Direktur Commercial Banking: Riduan
Baca Juga: Laba Anjlok di 2020, Dirut Bank Mandiri: Kami Cukup Confident
Direktur Jaringan & Retail Banking: Aquarius Rudianto,
Direktur Operation: Toni Eko Boy Subari
Direktur Corporate Banking: Susana Indah Kris Indriati
Direktur Hubungan Kelembagaan: Rohan Hafas
Direktur Keuangan & Strategi: Sigit Prastowo
Direktur Information Technology: Timothy Utama.
Adapun susunan komisaris perseroan menjadi:
Komisaris Utama: M Chatib Basri
Wakil Komisaris Utama" Andrinof Chaniago
Komisaris Independen: Mohamad Nasir
Komisaris Independen: Boedi Armanto
Komisaris Independen: Loeke Larasati Agoestina
Komisaris Nawal Nely: Komisaris Faried Utomo
Komisaris: Arif Budimanta
Komisaris: Rionald Silaban,
Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh.
“Kami meyakini keputusan pemegang saham ini akan menjadikan pengurus perseroan semakin solid dan mampu membawa Bank Mandiri semakin berperan dalam pemulihan ekonomi nasional untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi kepada media di Jakarta (15/3/2021).
RUPST hari ini juga menyetujui besaran 60% dari laba bersih 2020 atau sekitar Rp10,27 triliun (sekitar Rp220 per lembar saham) sebagai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Dengan memperhitungkan komposisi saham merah putih yang sebesar 60%, maka Bank Mandiri akan menyetorkan dividen sekitar Rp6,16 triliun ke kas Negara. Sedangkan, sebanyak 40% dari laba bersih tahun lalu akan menjadi laba ditahan.
(Feby Novalius)