Selebihnya, untuk melunasi utang obligasi senilai Rp1,5 triliun yang akan jatuh tempo tahun 2023 dan 2025. Di akhir tahun 2020, TBAL mencatatkan laba bersih sebesar Rp678,02 miliar atau tumbuh 2,4% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat laba bersih Rp662,82 miliar. Sehingga laba per saham dasar tumbuh menjadi Rp128,23, sedangkan akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp124,08.
Baca juga: Bagaimana Kinerja Pasar Obligasi di Kuartal I-2021?
Sementara total pendapatan usaha sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp10,86 triliun atau tumbuh 27,31% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp8,53 triliun.
Tapi, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp8,23 triliun atau tumbuh 27,99% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp6,43 triliun. Sehingga laba kotor tumbuh 25,35% menjadi Rp2,62 triliun.
(Fakhri Rezy)