Cadangan Minerba Menipis, Ini Tantangan Mengeruk Tambang Bawah Tanah

Minggu 21 Maret 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 21 320 2381349 cadangan-minerba-menipis-ini-tantangan-mengeruk-tambang-bawah-tanah-eOdjpvRMgZ.jpg Tambang (Foto: Shutterstock)

Sejumlah industri pertambangan dalam negeri sudah ada yang bergerak ke tambang bawah tanah, salah satunya PT Freeport Indonesia.

Perusahaan ini menginvestasikan dana sebesar 1,3 miliar dolar AS untuk operasional tambang bawah tanah, sehingga produksi bijih tembaga bisa meningkat sebanyak 60% dari kapasitas produksi mulai 2022.

Freeport menggunakan metode block caving yang merupakan cara penambangan bawah tanah dengan efisiensi sumber daya, blok-blok besar bijih di bawah tanah dipotong dari bawah sehingga bijih itu runtuh akibat gaya beratnya sendiri. Setelah runtuh, bijih ditarik dari drawpoint dan diangkut menuju alat penghancur.

Pada tambang bawah tanah deep ore zone (DOZ), alat louder memindahkan lumpur bijih ke dalam ore pass menuju saluran pelongsor untuk diisi ke truk-truk angkut, kemudian dipindahkan ke alat penghancur.

Dari sana, biji yang telah dihancurkan dikirim ke pabrik pengolahan melalui ban berjalan atau conveyor belt.

Kegiatan penambangan bawah tanah memiliki tantangan mulai dari bencana longsor, gas beracun hingga gempa bumi yang menjadi ancaman serius bagi para pekerja tambang.

Penggunaan teknologi teranyar hingga manajemen kecelakaan kerja merupakan upaya dalam mengatasi persoalan tambang bawah tanah.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini