“Dahulu bisa sampai 39%, sekarang turun sekitar 10 sampai 13%. Di dalam negey juga sudah terjadi peningkatan populasi, rata-rata sekitar satu juta ekor per tahun dengan eksisting jumlah indukan yang ada. Dengan berbagai program pemerintah seperti Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri)," ujarnya.
Dirjen PDN Kemendag Syailendra menambahkan ketersediaan sapi lokal memang sangat memadai untuk memenuhi pasokan daging segar. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran sekalipun pasokan sapi yang akan diimpor dari Australia menurun.
“Memang di Australia selain harganya naik juga di sana ada repopulasi, jadi ekspor mereka terbatas. Tapi kita tidak perlu takut karena sapi lokal banyak. Sebelumnya saya keliling di Jawa Timur saja ada 4 juta ekor sapi lebih. Jadi banyak sekali. Indonesia cukup siap kalau untuk sapi," ujarnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.