Prospek Bisnis Properti Tahun Ini, Cuan atau Bocuan?

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 06:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 470 2382545 prospek-bisnis-properti-tahun-ini-cuan-atau-bocuan-xy3EJ8Xqki.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 masih berlanjut hingga tahun ini. Terjadi krisis perekonomian sehingga membuat sektor usaha mengalami keterpurukan.

Ahli Fengshui Suhu Yo mengatakan 2021 merupakan tahun kerbau ciong, yang berarti naas. Menyebabkan kerugian di sektor bisnis, salah satunya properti.

Baca Juga: Sri Mulyani: Masyarakat Bakal Dapat BLT Rp759.000 untuk Beli Rumah

“Di tahun kerbau ini, komoditas seperti properti terpuruk. Harga tanah turun anjlok, dan daya beli menurun sehingga menyebabkan bisnis properti akan bocuan” kata Suhu Yo saat dihubungi Okezone, Rabu (10/2/2021).

Saat ini harga jual NJOP juga menurun. Semula harganya Rp25 juta, banyak yang menjual Rp15 juta, bahkan itu pun tidak laku. Sudah terprediksi tahun ini bisnis properti sedang tidak diminati.

Baca Juga: DP 0% hingga Bebas PPN Jadi Angin Segar Pulihkan Industri Properti

“Orang yang menjual harga tanah di bawah NJOP, berarti properti tidak sedang diminati sebagai investasi,” ujarnya.

Berbanding terbalik pada 2019, saat itu banyak sekali properti yang laku, bahkan mencapai harga Rp175 juta hingga Rp300 juta. Sehingga membuat pengusaha properti lebih cenderung melakukan pembangunan, terutama di pinggiran kota.

Namun semenjak pandemi semua sektor usaha tutup, sehingga banyak bisnis properti yang berhenti. Menurut Suhu Yo, dilihat di tahun kerbau logam ini, akan terjadi juga bencana alam yang para pengusaha properti tidak perhitungkan. Hal ini juga menyebabkan harga properti melemah.

Lanjutnya, tahun 2021 menjadi tahun pertumbuhan. Walaupun pandemi, orang-orang harus tetap usaha mencari uang dan tidak mungkin berhenti.

“Tidak ada yang tahu pandemi akan berakhir kapan dan tidak ada yang bisa menjamin. Namun kehidupan harus tetap berjalan, maka itu orang-orang tidak lagi menunggu selesainya pandemi dan bencana. Mereka akan menyesuaikan situasi kondisi pandemi,” lanjutnya.

Hal ini juga terjadi pada pengusaha properti, mereka tidak mencari orang yang akan investasi, namun orang yang butuh tempat tinggal. (kmj)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini