SKK Buka-bukaan soal TKDN di BUMN Hulu Migas

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 25 Maret 2021 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 320 2384088 skk-buka-bukaan-soal-tkdn-di-bumn-hulu-migas-DhDeuZ50D6.jpg Hulu Migas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di hulu migas sudah memberikan porsi 62% terhadap Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

"Keterlibatan BUMN di sini bisa memberikan porsi 62% terkait dengan TKDN yang ada di kita sampai dengan 2020," ujar Kadiv Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Widi Santuso, dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Ruangenergi, Kamis (25/3/2021).

SKK Migas, kata Widi, juga membangun kerjasama strategis dengan BUMN dalam kaitannya untuk penyerapan TKDN. Dia mencontohkan salah satunya yaitu kerjasama dengan Pertamina dalam pengadaan bahan bakar hingga pelumas untuk kebutuhan seluruh industri migas di Indonesia.

Baca Juga: Pejabat Pertamina Dipecat Jokowi, Erick Thohir Bahas TKDN di DPR 

Tak hanya Pertamina, SKK Migas juga menggandeng Sucofindo terkait dengan kegiatan verifikasi TKDN. Bahkan, kata Widi, SKK migas tidak hanya menggandeng BUMN dalam rangka memenuhi kebutuhan material penunjang saja, melainkan juga kerjasama dalam bentuk penyediaan jasa.

"Kita kerjasama dengan Garuda Indonesia, untuk kerjasama dalam bentuk angkutan udara penumpang, juga jasa-jasa yang lain seperti kargo dan lainnya," ungkap dia.

Kemudian untuk penyedia jasa layanan logistik, SKK Migas juga sudah menggandeng PT Pos Indonesia. Menurut Widi, keberadaan PT Pos Indonesia sangat strategis karena bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

"Termasuk juga Citilink. Jadi kalau Garuda untuk yang premium, Citilink untuk regulernya. Ini adalah bentuk bagaimana SKK Migas juga merangkul BUMN dan kita harapkan BUMN ini bisa menjadi motor penggerak perekonomian," katanya.

Sementara itu, Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relation Pertamina, Agus Suprijanto mengungkapkan angka serapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Pertamina pada tahun 2020 mencapai 52,6%. Nilai tersebut berada di atas target yang ditetapkan, yaitu 25%.

"Di 2020, kami bisa capai realisasi lebih dari target saat itu ditetapkan 25%, kami capai 52,6%, bahkan hingga Februari 2021, pencapaian TKDN Pertamina diklaim telah berkisar di angka 50%," ujar Agus.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean meminta pola pikir industri dalam negeri diubah. Indonesia disebutnya bisa maju dengan mengandalkan penggunaan bahan baku lokal yang berkualitas dan tidak kalah saing dengan produk-produk impor.

"Mindset harus diubah, jangan sibuk bicara TKDN, tingkatkan penggunaan bahan baku lokal tetapi kita tidak membangun industrinya. Sektor energi luar biasa kebutuhan kita terhadap komponen dan perangkat yang akhirnya uangnya terbang keluar tidak kita nikmati," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini