4 Fakta Sri Mulyani Kesal Ditawari Dana Cepat Rp5 Juta

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 27 Maret 2021 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 320 2384531 4-fakta-sri-mulyani-kesal-ditawari-dana-cepat-rp5-juta-HFDPH2jp0b.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku kerap kesal karena sering mendapat SMS penawaran pinjaman dana online setiap hari. Karenanya, Sri Mulyani harus menghapus nomor-nomor tidak dikenal tersebut.

Okezone merangkum fakta-fakta terkait kekesalan Sri Mulyani terkait fenomena SMS pinjaman dana, Sabtu (27/3/2021):

1. Penawaran pinjaman yang bervariasi

Sri Mulyani mengatakan dirinya sering mendapat SMS pinjaman online, nominal dan jenis pinjaman yang ditawarkan bervariasi.

Baca Juga: Sri Mulyani: Covid-19 Memaksa Pelaku Ekonomi Berubah dalam Waktu Cepat

"Sekarang banyak yang tawarkan, Anda butuh dana cepat? Itu HP saya tiap hari harus hapus-hapus kayak gitu. Anda butuh Rp1 juta, Rp5 juta, kalau kamu punya BPKB rumah, jaminan dan sebagainya,” ujar Sri dalam webinar Indonesia Data and Economic Conference 2021 di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

2. Implikasi dari kemajuan fintech, Sri Mulyani mengingatkan OJK

Fenomena SMS pinjaman dana hal tidak lepas dari kemajuan teknologi finansial atau fintech, yang memudahkan masyarakat mencari pinjaman uang secara cepat dan online. Kendati demikian, dia mengingatkan agar masyarakat mewaspadai fintech ilegal. Jika tidak, fintech ilegal ini akan berdampak buruk kedepannya.

Baca Juga: Serba Digital, Sri Mulyani: Perdagangan Internasional Makin Mudah

"Maka dari itu saya meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar terus melakukan edukasi kepada masyarakat, supaya mereka tahu mana yang legal dan mana yang tidak. Fintech sekarang sudah muncul orang seperti tengkulak, sekarang tengkulaknya coming to your handphone," cetus Sri.

3. Sisi positif kemajuan teknologi fintech

Sri Mulyani mengakui bahwa kemajuan teknologi tersebut memang tidak dapat dihindari. Dari sisi positifnya, keberadaan platform digital ini bisa meningkatkan inklusivitas keuangan di Indonesia.

"Sebagai pembuat kebijakan, tentunya saya harus menerima perkembangan dan kemajuan tersebut. Saya sangat humble, eventhough saya sudah lama jadi Menteri Keuangan. Kita akan perbaiki ekosistem keuangan kita seiring perkembangan, saya humble dengan fenomena ini," tukas Sri.

4. Di lain sisi, utang Indonesia bulan Februari 2021 naik dari bulan sebelumnya

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah mencapai Rp6.361 triliun per akhir Februari 2021. Jumlah tersebut naik Rp127,87 triliun jika dibandingkan bulan Januari yang mencapai Rp6.233,13 triliun

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini