LG dan CATL Incar Investasi Baterai Kendaraan Listrik RI, Tesla?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 26 Maret 2021 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 320 2384647 lg-dan-catl-incar-investasi-baterai-kendaraan-listrik-ri-tesla-6AwYcDIQCR.jpg LG dan CATL Minati Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Proses negosiasi pemerintah Indonesia dengan LG Chem Ltd dan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) untuk industri baterai kendaraan listrik mencapai tahap final. Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, kedua perusahaan dunia tersebut bersepakat menjadi mitra kerja Indonesia dalam ekosistem industri baterai ini.

Meski begitu, Erick tidak menyebut perusahaan asal Amerika Serikat, Tesla Inc, yang digadang-gadang ikut andil dalam pengerjaan mega proyek Kementerian BUMN ini. Tesla sendiri baru-baru ini dikabarkan lebih memilih berinvestasi dalam pembangunan pabrik mobil listrik di Selatan India, Karnataka.

Baca Juga: Resmikan Indonesia Battery Holding, Erick Thohir Tak Mau Kalah dengan AS dan China

"Tadi bahwa kita sudah siapkan partnership dengan dua pemain besar dunia yaitu CATL dan LG," ujar Erick dalam peresmian pendirian Indonesia Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC), Jumat (26/3/2021).

Meski Tesla belum dipastikan akan bergabung. Sementara CATL dan LG ikut terlibat dalam proses penggarapan industri baterai kendaraan listrik ini, dalam proses produksinya, konsorsium BUMN tetap terlibat dari hulu hingga hilir. Konsorsium ini terdiri dari Mining and Industry Indonesia atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, tetap terlibat.

Baca Juga: Catatan Dahlan Iskan Buat Erick Thohir soal Holding Ultra Mikro

"Struktur jelas bahwa dari hulu sampai hilir kita sebagai BUMN ikut semua. bukan hanya di hulu hasil tambang di produksi prekursor terus ditinggal, enggak. Tapi tidak kalah penting kita mengharapkan yang namanya atlet teknologi dalam berpakar," kata dia.

Pemerintah terus memastikan ekosistem industri baterai kendaraan listrik menjadi wacana yang menarik perhatian investor dalam dan luar negeri. Perhatian itu dasari pada bentuk energi masa depan di hampir banyak negara yang akan dikonversi menjadi baterai.

Pembangunan EV merupakan kesempatan emas bagi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara produsen kendaraan listrik di tengah wacana penggunaan energi baru terbarukan atau renewable energy yang menjadi topik hangat negara-negara maju dunia.

Indonesia juga dinilai mampu membangun industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi. Keyakinan itu bertolak dari kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim menempati posisi ke-7 sebagai negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2020.

"Dalam perjanjian itu tidak hanya yang namanya batre listrik untuk mobil, tapi juga bicara untuk motor. Indonesia salah satu market terbesar motor dunia, di situ ingin jd leading sector. Tidak hanya di situ, kita juga salah satunya poin perjanjian ini untuk batre stabilisator yang mana penting ke depan untuk renewable energy atau power listrik, dimana, itu jadi leading sector," tutur Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini