IPO, Imago Mulia Persada Bidik Rp30 Miliar

Rabu 31 Maret 2021 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 278 2387053 ipo-imago-mulia-persada-bidik-rp30-miliar-iAcyAG63Ec.jpg IPO Imago Mulia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Imago Mulia Persada Tbk segera mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 300 juta lembar saham dan harga Rp1.000 per lembarnya.

Seperti dikutip dalam laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, perseroan akan memasuki masa penawaran umum perdana saham pada tanggal 30 dan 31 Maret 2021. Dengan harga tersebut, perusahaan yang bergerak di sektor furnitur ini akan meraup dana sebesar Rp30 miliar dari perhelatan penawaran saham perdana tersebut.

Baca Juga: Klub Bola Kaesang Pangarep Mau IPO, BEI Girang

Efek bersifat ekuitas perusahaan pemilik merek Laflo ini akan dicatatkan pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada tanggal 7 April 2021. Pada saat yang sama, perseroan juga mencatatkan Waran Seri I sebanyak 350 juta.

Sehingga total saham baru yang dilepas 35% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Rabu (31/3/2021).

Baca Juga: Usai IPO, Saham SNLK Kena Auto Reject Atas

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan Penawaran Umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada tanggal penjatahan, yaitu 5 April 2021. Jelasnya, setiap pemegang enam saham Baru Perseroan berhak memperoleh tujuh waran.

Selanjutnya, setiap satu waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli satu saham baru perseroan dengan harga pelaksanaan Rp110 per saham mulai tanggal 6 Oktober 2021 hingga 6 April 2022. Untuk itu, perseroan menunjuk Danatama Makmur Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek. Adapun Henan Putihrai Sekuritas dan Reliance Sekuritas Indonesia didapuk menjadi penjamin emisi efek.

BEI mencatat sampai dengan 18 Maret 2021, sudah ada 26 perusahaan dalam pipeline rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), jumlahnya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama sebanyak 16 perusahaan.

"Walaupun dalam kondisi new normal terkait pandemi Covid-19, sampai dengan 18 Maret 2021, pipeline IPO saham lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.

Nyoman menilai, kenaikan jumlah pipeline IPO ini menandakan minat yang tinggi dari para pengusaha untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal pada kondisi saat ini.

"Kondisi ini, tentunya merupakan suatu bentuk kepercayaan dari para pemilik serta manajemen perusahaan yang menjadikan Bursa sebagai rumah pertumbuhan atau house of growth bagi perkembangan bisnis perusahaan mereka," ujar Nyoman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini