Erick Thohir Sebut Kompor Listrik Lebih Hemat, Emak-Emak Protes soal Tarif Listrik

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 320 2387922 erick-thohir-sebut-kompor-listrik-lebih-hemat-emak-emak-protes-soal-tarif-listrik-AFa2gTDjh9.jpg Listrik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut penggunaan kompor listrik lebih hemat dan bisa menekan pengeluaran rumah tangga hingga 20%. Meski begitu, netizen Indonesia merasa ragu atas keyakinan Erick Thohir.

Dari pantauan MNC Portal Indonesia di sosial media, sejumlah warga net melontarkan pertanyaan terkait hitungan penghematan ketika menggunakan kompor induksi. Meski mantan Bos Inter Milan itu secara spesifik menyebut penggunaan kompor induksi bisa membuat ibu-ibu lebih hemat.

Baca Juga: Pakai Kompor Listrik Vs LPG, Lebih Hemat Mana Bund?

Dimana, pengeluarannya diperkirakan hanya sebesar Rp118.000 per bulan, jika dibandingkan dengan penggunaan kompor gas yang bisa menguras kantong ibu di kisaran Rp147.000. Namun, netizen menilai angka itu kurang realistik. Sebab, hitungannya belum termasuk dengan tarif listrik yang diperkirakan bisa saja mengalami kenaikan pada masa-masa mendatang.

"Kalau pas tarif listrik naik gimana? Kalau listrik mati gak masak," ujar salah satu netizen, dikutip Kamis (1/4/2021).

Baca Juga: ESDM Belum Putuskan soal Perubahan Penyaluran Elpiji Subsidi

Netizen menilai, kompor gas menjadi alternatif kegiatan masak di saat listrik padam. Sementara kompor induksi akan menjadi penghambat manakalah listrik mereka terganggu. "Mending gas, setidaknya kalau listrik mati tetap bisa masak," ujar warga net yang lain.

Pemerintah sendiri menilai penggunaan kompor listrik sangat menguntungkan bagi masyarakat. Tak hanya menekan pengeluaran. Hal ini juga dapat mengurangi biaya impor LPG, bahkan menjadi langkah mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Program dinilai bermanfaat bagi masyarakat sehingga perlu digaungkan secara berkelanjutan dengan skala yang lebih besar. Untuk memasifkan program yang disebut penggunaan 1 juta kompor induksi untuk ketahanan energi nasional, sejumlah persroan pelat merah pun melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Adapun kerja sama sejumlah perseroan pelat merah tersebut diantaranya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan Perum Perumnas. Dan satu BUMN sektoe perbankan, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk,

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini