4. Hindari pembelian impulsif
Beberapa orang tua sering kalap ketika membeli kebutuhan bayi—baju, mainan, makanan—di setiap kesempatan yang mereka punya. Seringkali mudah tergoda ketika melewati toko perlengkapan anak. Setelahnya mungkin mereka akan menyesal karena banyak uang yang dihabiskan untuk barang yang tidak terlalu penting.
Alih-alih membeli barang baru, pertimbangkan untuk berbelanja barang bekas, atau bertanya kepada kerabat dekat apakah ada yang memiliki barang bekas yang mungkin tersedia. Anak tidak akan peduli tentang jenis label piyama barunya, mainan yang mereka punya, dia hanya akan peduli tentang kenyamanan. Belanjakan uang untuk hal yang lebih penting.
5. Jual barang yang tidak diperlukan, untuk penghasilan tambahan
Tidak membeli barang baru yang terlalu mahal dapat menghemat banyak uang, tetapi bagaimana dengan barang yang sudah dimiliki? Mungkin banyak sekali barang yang memenuhi rumah, namun ternyata tidak terlalu penting bahkan tidak pernah digunakan.
Singkirkan barang-barang itu dengan menjualnya. Adakan garage sale, atau manfaatkan e-commerce atau iklan baris di koran. Dari situ, orang tua bisa mendapatkan pendapatan tambahan.
6. Bersiap untuk hal terburuk
Setelah memiliki anak, orang mungkin akan sadar akan berbagai kemungkinan yang terjadi di masa depan anaknya. Tidak ada salahnya untuk mempersiapkan rencana warisan atau surat wasiat. Pengacara yang baik akan membantu untuk menyusun rencana warisan yang akan membantu mempersiapkan keluarga untuk menghadapi yang terburuk.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.