Share

Penjualan Turun, Laba Bersih Semen Baturaja Anjlok 63,48%

Senin 05 April 2021 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 278 2389558 penjualan-turun-laba-bersih-semen-baturaja-anjlok-63-48-JlKRFmq4ys.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA – Sepanjang tahun 2020, emiten semen PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) membukukan penjualan senilai Rp1,72 triliun. Realisasi itu turun 13,88% dibandingkan pencapaian pada 2019 senilai Rp1,99 triliun.

Mengutip Neraca, selanjutnya laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami koreksi lebih dalam sebesar 63,48% menjadi Rp10,98 miliar dari sebelumnya Rp30,07 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan di Jakarta, kemarin.

 Baca juga: 7 Bank Kasih Pinjaman Rp1,7 Triliun ke Semen Baturaja

Dilihat dari kontribusi pendapatan, penjualan semen masih menjadi kontributor utama pendapatan SMBR senilai Rp1,69 triliun. Penjualan semen ini turun 14,09% dibandingkan 2019 senilai Rp1,98 triliun. Adapun, penjualan di pasar basis perseroan yaitu Sumatera Selatan dan Lampung turun 15,19% secara tahunan menjadi Rp1,52 triliun. Penjualan di pasar nonbasis turun lebih terbatas 2,92% menjadi Rp171,77 miliar. Di sisi lain, jumlah penjualan terak meningkat signifikan menjadi Rp19,62 miliar dari sebelumnya Rp3,17 miliar.

Sedangkan pendapatan dari jasa angkutan dan lainnya terkoreksi 18,58% menjadi Rp5,74 miliar. Adapun SMBR membukukan aset senilai Rp5,73 triliun pada akhir 2020 atau naik 2,97% dari akhir 2019 senilai Rp5,57 triliun. Ekuitas mengalami penurunan 12,47% menjadi Rp3,04 triliun dan liabilitas naik 11,50% menjadi Rp2,32 triliun. Tahun ini, Semen Baturaja menargetkan penjualan naik lebih dari 5% sejalan dengan proyeksi laju pertumbuhan penjualan semen nasional.

Sekretaris Perusahaan Semen Baturaja, Doddy Irawan pernah mengatakan, periode 2021 diharapkan menjadi peluang untuk perseroan meningkatkan penjualan. “Meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir, berjalannya proyek infrastruktur akan berkontribusi terhadap kenaikan permintaan semen pada 2021,” ujarnya.

Menurutnya, permintaan semen tahun ini diperkirakan bisa naik lebih dari 5% dibandingkan realisasi 2020. Penjualan semen Baturaja pun diharapkan bisa tumbuh dalam laju yang sama. Pada akhir tahun lalu, SMBR ini membukukan penjualan semen sebesar 1,93 juta ton dan 34.000 ton semen putih (white clay). Realisasi itu turun 8,53% dibandingkan penjualan pada 2019 yang mencapai 2,11 juta ton.

Namun, penjualan SMBR masih lebih baik dibandingkan penurunan permintaan semen secara nasional sebesar 10,4% pada tahun lalu. Doddy menjelaskan, penurunan permintaan semen pada 2020 menyebabkan persaingan ketat di pasar yang diperparah oleh kondisi kelebihan pasokan yang telah terjadi sejak 2019. Lebih lanjut, penjualan yang ditargetkan naik lebih dari 5% tahun ini akan membawa target penjualan SMBR sebesar lebih dari 2,02 juta ton atau masih di bawah realisasi penjualan pada 2019.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini