Share

Cetak Laba Rp2,6 Miliar, Penjualan Semen Baturaja Melesat 14%

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 278 2467350 cetak-laba-rp2-6-miliar-penjualan-semen-baturaja-melesat-14-RH0Gx5xvVY.jpg Pabrik Semen Baturaja. (Foto: Okezone.com/Harian Neraca)

JAKARTA - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menunjukan pemulihan sepanjang Semester I-2021 dengan membukukan laba bersih senilai Rp2,65 miliar. Selain itu, penjualan semen pada Semester I-2021 juga naik 14% sebesar 850.484 ton.

Torehan ini secara positif mampu meningkatkan pendapatan perseroan sebesar Rp763,63 miliar atau naik 14 persen (YoY). Penjualan semen di Semester I 2021 masih didominasi oleh semen bag/zak kepada pihak ketiga sebesar Rp654,81 miliar.

Baca Juga: Pendapatan Naik, Semen Baturaja (SMBR) Raup Laba Rp2,6 Miliar di Semester I-2021

Direktur Utama Semen Baturaja Jobi Triananda Hasjim mengungkapkan, capaian kinerja positif ini merupakan hasil kerja keras dan usaha dari seluruh lini di perusahaan.

“Manajemen memastikan agar aktivitas produksi dan penjualan mampu berjalan dengan baik dengan tidak mengurangi kewaspadaan kita terhadap penyebaran virus Covid-19. Ini merupakan hasil kerja keras bersama," ujar Jobi dalam Public Expose Live 2021, Selasa (7/9/2021).

Jobi menambahkan, pertumbuhan yang dialami Perseroan didorong oleh pemulihan kegiatan investasi dan prioritas pembangunan infrastruktur sebagai katalis positif bagi perusahaan semen di wilayah Sumatera. Sehingga, industri semen tidak mengalami dampak signifikan dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

Baca Juga: BEI Pantau Saham Semen Baturaja, Kenapa Ya?

“Pemberlakuan PPKM tidak menyebabkan demand semen di wilayah Indonesia mengalami penurunan, didorong oleh adanya pertumbuhan ekonomi di tahun 2021," kata dia.

SMBR berhasil menekan beban pokok penjualan sebesar 7% dari semula Rp436,73 miliar menjadi Rp407,45 miliar. Kemudian beban usaha juga menurun 5 persen dari semula Rp268,8 miliar menjadi Rp255,6 miliar.

Total aset Perseroan meningkat menjadi Rp 5,75 triliun dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp5,73 triliun, SMBR mencatatkan liabilitas sebesar Rp 2,35 triliun dan ekuitas Rp3,40 triliun. EBITDA tercatat mampu mencapai Rp196 miliar atau tumbuh sebesar 227 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun seluruh kinerja positif yang diperoleh merupakan keberhasilan dari inisiatif strategi SMBR dalam melakukan efisiensi biaya produksi dan biaya usaha.

Selain itu, manajemen SMBR semakin optimis kinerja Perseroan di Semester II 2021 mampu mencapai target dengan adanya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan juga industri semen merupakan salah satu sektor strategis yang masih harus berjalan ditengah pandemi untuk menopang pembangunan infrastruktur di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini