Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Pertamax Cs Naik, Salah Siapa?

Fariza Rizky Ananda , Jurnalis-Senin, 05 April 2021 |06:59 WIB
 Harga Pertamax Cs Naik, Salah Siapa?
Harga BBM Naik (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Pusat Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai tidak tepat jika Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyalahkan Pertamina terkait kenaikan harga BBM. Apalagi jika kenaikan tersebut merupakan imbas dari kenaikan PBBKB yang dilakukan Pemprov, dari 5% menjadi 7,5%.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menilai Pertamina bertindak salah dengan menaikkan harga BBM nonsubsidi berdasarkan kebijakan Pergub yang menaikkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

"Ketika Pemda sebagai pihak yang berwenang menetapkan besaran PBBKB dan membuat keputusan menaikkan besaran PBBKB tersebut, maka otomatis hal ini akan berpengaruh terhadap terkoreksi naiknya harga jual BBM, baik subsidi atau pun nonsubsidi. Pada dasarnya PBBKB dipungut dari pembeli BBM," ujar Sofyano di Jakarta.

Baca Juga: Harga Pertamax Cs Naik, Pertamina Ikut Keputusan Gubernur 

Dia menambahkan, seharusnya jika mempertimbangkan adanya pandemi dan kondisi kemampuan rakyatnya, Pemda membuat kebijakan menurunkan besaran PBBKB, bukan malah menaikkannya.

Lebih jauh lagi, Sofyano menjelaskan penentuan besaran harga jual BBM dilakukan atas beberapa faktor, antara lain harga minyak mentah yang berlaku, margin penyalur, PBBKB, PPn dan lain lain.

"Jadi bukan suka-suka Pertamina untuk menaikkan seenaknya. Ini yang harus dipahami masyarakat dan juga pihak-pihak lain," pungkasnya.

Baca Selengkapnya: Terungkap! Kenaikan Pajak Bikin Harga Pertalite hingga Pertamax Naik

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement