Tak Lagi 'Gaptek', BPR hingga Lembaga Keuangan Mikro Masuk Digitalisasi

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 05 April 2021 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 320 2389434 tak-lagi-gaptek-bpr-hingga-lembaga-keuangan-mikro-masuk-digitalisasi-b6H4DwNuya.jpg Ketua OJK Wimboh Santoso. (Foto: Okezone.com/OJK)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengklaim telah membangun ekosistem platfom digitalisasi di daerah. Ekosistem ini disebutnya akan mengakomodir seluruh sektor keuangan hingga level BPR dan keuangan mikro.

"Kami sudah mulai bangun ekosistem yang lengkap dengan melibatkan BPR dan lembaga keuangan mikro. Mulai dari pembiayaannya, pembinaan, hingga penjualan semua akan dilakukan dalam platform digital," ujar Wimboh dalam pembukaan FEKDI 2021 di Jakarta, Senin (5/4/2021). 

Baca Juga: Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Landasan Digitalisasi di 2025

Dia menjelaskan pihaknya akan masuk ke ekosistem BPR dan keuangan mikro sehingga para nasabahnya juga otomatis harus menggunakan platfom digital. Manfaatnya akan lebih gampang diawasi, akurat, dan cepat. Beberapa BPR sudah terhubung dengan digitalisasi bersama beberapa bank.

"Mereka tinggal nyantol ke beberapa bank yang jadi induknya lebih mudah daripada bangun sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Transaksi E-commerce Terus Naik, Gubernur BI Percepat Digitalisasi Ekonomi

Pihaknya juga mengaku terus mendorong startup dalam koridor perlindungan konsumen dan menjadikan asosiasi sebagai SRO. Walaupun beberapa kasus P2P Lending menjadi gangguan atau distorsi tapi dirinya mengaku itu semua masih tertangani.

"Ada distorsi dari beberapa kasus P2P Lending tapi masih tertangani," katanya

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 dengan mengangkat tema besar Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia.

Dia optimistis dengan sinergi dan percepatan digitalisasi perekonomian nasional akan dapat menumbuhkan volume transaksi digital. Diprediksi transaksi e-commerce akan tumbuh dari Rp253 triliun pada 2020 menjadi Rp337 triliun pada 2021 atau naik 33%, lalu uang elektronik naik dari Rp201 triliun di 2020 menjadi Rp266 triliun di 2021 atau tumbuh 32%, sementara digital banking naik 19% dari Rp27 ribu triliun pada 2020 menjadi Rp32,2 ribu triliun di 2021.

"Pekan ini kami targetkan akan meluncurkan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah dan banyak sinergi lainnya. Semua ini dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian karena melibatkan banyak Kementerian lembaga dan berbagai industri," ujar Perry 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini