Intip Potensi Cuan Jualan Kolak Roti saat Ramadhan

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 455 2390041 intip-potensi-cuan-jualan-kolak-roti-saat-ramadhan-CYDnfF55eD.jpg Bisnis Kolak saat Ramadhan. (Foto: Okezone.com/Instagram Resepmemasak)

JAKARTA – Kolak merupakan salah satu sajian khas Ramadhan. Biasanya, kolak paling umum diketahui masyarakat terdiri dari pisang, ketela, kacang hijau, dengan kuah yang terbuat dari santan dan gula merah.

Namun, ternyata ada jenis kolak lain yang masih jarang ditemukan, yaitu kolak roti.

Kolak ini merupakan salah satu makanan khas dari Nganjuk, Jawa Timur. Kolak roti terdiri dari roti tawar, ketan, sagu mutiara, dan diberi kacang goreng sebagai taburannya lalu diguyur dengan santan gurih. Karena masih jarang ditemukan, kolak roti bisa menjadi potensi bisnis yang menguntungkan, terutama ketika memasuki bulan Ramadhan.

Baca Juga: Dari Hobi hingga Bisnis, Ini Daftar Tokoh Geluti Urban Farming

Keunggulan dari bisnis ini, kolak roti bisa dinikmati di segala musim. Jika musim hujan, kolak bisa dinikmati dalam keadaan hangat. Namun, jika musim kemarau yang panas bisa ditambah es batu agar sajian ini bisa memberikan rasa segar.

Untuk memulai bisnis ini, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan seperti dilansir dari buku Bisnis Modal 500 Ribuan karya Evita P Purnamasari, Rabu (7/5/2021).

1. Pilih bahan baku yang berkualitas baik, misalnya roti tawar jangan lupa perhatikan tanggal kedaluwarsanya.

Baca Juga: Urban Farming Bisa Hasilkan Cuan, Kenali Jenis Metode Penanamannya

2. Persiapkan tempat pengolahan yang bersih dan higienis.

3. Pilih tempat yang strategis. Pilih tempat yang sering dilalui banyak orang, dekat dengan pemukiman, akses yang mudah, dan sebagainya.

Berikut rincian estimasi modal, pengeluaran, biaya-biaya, dan perkiraan laba untung dari bisnis kolak roti

Modal

Gerobak Rp2.000.000

Meja dan kursi Rp500.000

Peralatan masak Rp1.000.000

Peralatan makan Rp1.000.000

Jumlah Rp4.500.000

Perkiraan laba rugi per bulan

Asumsi pendapatan perhari 40 porsi @Rp5.000

Rp5.000 x 40 x 30 hari = Rp6.000.000

Biaya tidak tetap

Penyusutan peralatan Rp3.150

Roti tawar Rp7.000

Gula pasir 1 1/2 kg Rp12.000

Kelapa Rp15.000

Sagu mutiara Rp5.000

Kacang Rp15.000

Pandan Rp500

Air Rp1.500

Es batu Rp10.000

Jumlah biaya tidak tetap Rp69.150

Biaya tetap

Gaji karyawan/hari Rp15.000

Sewa tempat perhari Rp40.000

Perawatan alat Rp1.000

Listrik Rp2.000

Air Rp1.000

Bahan bakar Rp7.000

Jumlah biaya tetap Rp66.000

Jumlah pengeluaran

Rp69.150 + Rp66.000 x 30 hari = Rp135,150 x 30 = Rp4.054.500

Laba bersih

Rp6.000.000 - Rp4.054.500 =Rp1.945.500

Perkiraan modal kembali

Rp4.500.000/ Rp1.945.500 Kurang lebih 3 bulan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini