Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Dunia Kembali Mahal

Antara , Jurnalis-Rabu, 07 April 2021 |07:41 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali Mahal
Harga Minyak (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Harga minyak rebound sekitar 1% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menutup beberapa kerugian yang mereka derita di sesi sebelumnya, terangkat oleh data ekonomi yang kuat dari China dan Amerika Serikat.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni menguat 59 sen atau 1,0 persen, menjadi ditutup di 62,74 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei bertambah 68 sen atau 1,2 persen, menjadi menetap di 59,33 dolar AS per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Terbebani Kesepakatan OPEC+ 

Harga menguat setelah data menunjukkan aktivitas jasa-jasa AS menyentuh rekor tertinggi pada Maret. Sektor jasa China juga mengumpulkan tenaga dengan peningkatan penjualan paling tajam dalam tiga bulan.

Selain itu, Inggris berencana melonggarkan lebih banyak pembatasan virus corona pada 12 April, memungkinkan bisnis termasuk semua toko, pusat kebugaran, salon rambut, dan tempat rekreasi luar ruangan untuk dibuka kembali.

Pasar pulih dari kerugian tajam pada Senin (5/4/2021), ketika kedua harga acuan minyak turun sekitar 3,0 dolar AS karena meningkatnya pasokan minyak OPEC+ dan meningkatnya infeksi COVID-19 di India dan sebagian Eropa.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat pekan lalu untuk mengembalikan pasokan 350.000 barel per hari (bph) pada Mei, 350.000 bph lagi pada Juni dan 400.000 bph atau lebih pada Juli.

“Meskipun OPEC+ bertentangan dengan apa yang dipikirkan oleh sebagian besar pelaku pasar dan tim risetnya sendiri, meningkatkan produksi minyaknya secara signifikan selama tiga bulan ke depan, pasar sekarang memberi isyarat bahwa OK dengan itu dan siap untuk mendapatkan keuntungan dari kurangnya ketidakpastian bahwa pembaruan dari bulan ke bulan akan membawa hasil," kata Louise Dickson, analis pasar minyak Rystad Energy.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement