Harga Emas Anjlok Tertekan Kuatnya Imbal Hasil Obligasi AS

Antara, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 320 2393655 harga-emas-anjlok-tertekan-kuatnya-imbal-hasil-obligasi-as-kFcCh723c3.jpg Emas (Shutterstock)

CHICAGO - Emas tergelincir untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengurangi daya tarik emas, sementara investor menunggu data inflasi dan data penjualan ritel Amerika Serikat untuk mengukur kesehatan ekonomi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok 12,10 dolar AS atau 0,69% menjadi ditutup pada USD1.732,70 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (9/4/2021), emas berjangka juga jatuh USD13,4 atau 0,76% menjadi USD1.744,80.

 Baca juga: Harga Emas Tergelincir Imbas Imbal Hasil Obligasi dan Dolar Naik

E​​mas berjangka melonjak 16,6 dolar AS atau 0,95% menjadi USD1.758,20 pada Kamis (8/4/2021), setelah turun USD1,40 atau 0,08% menjadi 1.741,60 dolar AS pada Rabu (7/4/2021), dan terangkat USD14,2 atau 0,82 persen menjadi 1.743,00 dolar AS pada Selasa (6/4/2021).

Peningkatan imbal hasil masih menjadi dasar negatif untuk pasar logam yang tidak menghasilkan dividen atau imbal hasil, kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff. "Bullish kehilangan sedikit momentum dan itu mendorong investor jangka pendek menekan sisi jual, menempatkan harga di bawah tekanan."

 Baca juga: Pengumuman! Harga Emas Terus Naik, Dekati Level Tertinggi

Imbal hasil obligasi pemerintah AS masih sedikit lebih tinggi setelah lelang obligasi pemerintah tiga tahun yang baik, dan menjelang rilis data penting minggu ini, termasuk inflasi harga konsumen pada Selasa waktu setempat. Sementara data penjualan ritel diharapkan akan dirilis pada Kamis (15/4/2021).

Imbal hasil yang lebih tinggi mengancam daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan suku bunga.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dalam pernyataannya yang disiarkan pada Minggu (11/4/2021), mengatakan ekonomi AS berada pada "titik perubahan," dengan harapan lebih banyak pertumbuhan dan perekrutan dalam beberapa bulan mendatang. Dia juga mengutip risiko lonjakan kasus COVID-19 jika ada pembukaan kembali yang tergesa-gesa.

Kerangka kerja baru Fed membangun kelonggaran inflasi untuk berjalan di atas target bank sentral 2,0% buat sementara waktu tanpa intervensi the Fed untuk mengendalikannya.

Emas kemungkinan mendapat keuntungan jika inflasi naik jauh lebih tinggi dari target, kata analis StoneX, Rhona O'Connell. "Jika kita mulai melihat percepatan inflasi dan orang-orang mulai berpikir suku bunga akan naik lagi, maka emas mungkin akan sedikit kesulitan."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 45,8 sen atau 1,81% menjadi ditutup pada USD24,867 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD34,5 atau 2,85% menjadi ditutup pada USD1.174,8 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini