Pengusaha Indonesia-Jerman Kumpul Bareng Bahas Tren Industri Masa Depan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 320 2394469 pengusaha-indonesia-jerman-kumpul-bareng-bahas-tren-industri-masa-depan-a43Wuv2HKf.jpg Pengusaha Indonesia-Jerman Bahas Tren Industri. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pengusaha Indonesia dan Jerman membahas tren industri pada era saat ini. Hal tersebut dilakukan dalam acara Hannover Messe 2021: Indonesia-German Business Forum.

“Dalam Indonesia-German Business Forum, para pemimpin bisnis dari Indonesia dan Jerman membahas tren transformasi industri dan peluang kerjasama. Selain itu, juga membagikan pengalaman dan best practice dari masing-masing negara,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Hubungan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Jerman telah berlangsung lama dan dengan penuh kepercayaan. Pertumbuhan ekonomi yang stabil, kelas menengah yang meningkat, dan kekuatan sebagai ekonomi terbesar di ASEAN merupakan faktor ketertarikan perusahaan-perusahaan Jerman untuk berinvestasi di Indonesia.

Baca Juga: Industri Mamin hingga Alas Kaki Mulai Bangkit pada Kuartal I-2021

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, Hannover Messe sebagai pameran teknologi industri terbesar akan memberikan Indonesia kesempatan untuk memperkenalkan dan mempromosikan teknologi industri yang dimiliki, menarik foreign direct investment (FDI), dan juga memperluas pasar ekspor produk industri Indonesia.

"Nantinya, ini dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Jerman perlu dipererat karena Jerman merupakan negara dengan keuangan paling stabil di Eropa dengan ekonomi yang memiliki karakter. Sedangkan Indonesia adalah Ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kedua negara juga termasuk dalam G20.

“Kami siap membantu sebisa mungkin dengan harapan sektor industri di Indonesia memiliki kompetensi yang tinggi di pasar dunia dan bisa menjadi bagian global supply chains network,” ujar Rosan.

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Kanselir Jerman Segera Buka Hannover Messe 2021

Di samping kesuksesan perusahaan Jerman di Indonesia, terdapat sejumlah potensi yang masih dapat dimaksimalkan.

Joe Kaeser menyampaikan, perlu ajang tepat seperti Hannover Messe untuk mengoptimalkannya. Pihak Jerman juga mendukung penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang dapat mendukung program Making Indonesia 4.0.

“Roadmap tersebut merupakan peta jalan berfokus industri yang paling relevan dengan memprioritaskan teknologi,” ujar Kaeser.

Lewat kerjasama ini, Jerman ingin memiliki mitra yang tepat, tidak hanya dalam membangun perekonomian Indonesia, namun juga ASEAN.

Sebelumnya, masing-masing negara punya fokus dan spesialisasi berbeda. Misalnya Jerman dengan industri berteknologi tinggi, sedangkan Indonesia fokus pada pengolahan sumber daya alam.

Namun, kondisinya saat ini sudah berubah, terlebih dengan upaya akselerasi penerapan teknologi Industri 4.0 melalui Making Indonesia 4.0, yang juga menjadi tema Indonesia dalam Hannover Messe 2021. Apalagi dalam beberapa tahun ini, Indonesia telah menjadi salah satu pemimpin di bidang e-commerce.

Indonesia telah menargetkan untuk menjadi manufacturing hub di kawasan Asia Pasifik. Untuk mewujudkannya, perusahaan-perusahaan industri di Indonesia perlu melakukan pembaruan teknologi. Sehingga, diperlukan dukungan dan transfer teknologi dari perusahaan-perusahaan Jerman yang memiliki kekuatan dalam state-of-the-art technology dan aplikasi Industri 4.0.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini