PGN Dinilai Rugi Imbas Sengketa Pajak, Kadin: Itu Urusan Lain

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 278 2398508 pgn-dinilai-rugi-imbas-sengketa-pajak-kadin-itu-urusan-lain-WT2UoRO1q8.jpg ilustrasi pipa gas (Reuters)

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN mencatatkan alami kerugian sebesar USD264,7 juta pada tahun 2020. Diketahui, salah satunya dipicu oleh sengketa pajak PGN atas transaksi tahun pajak 2012 dan 2013.

Wakomtap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Indonesia Achmad Widjaja menuturkan, mengenai sengketa pajak itu merupakan urusan yang berbeda dari penutupan laporan keuangan tahun 2020.

 Baca juga: Bangun Pipa Gas, PGN Butuh Dana Segar hingga Rp72,5 Triliun

“Mana ada rugi waktu penutupan. Laporan keuangan kan tahun 2020 mereka masih profit 100 juta-an US. Kan tidak ada yang disebut rugi, namanya PGN dari dulu juga ga pernah rugi. Tapi, kalau isu kemarin kasus mengenai pajak ya urusannya lain lagi. Itu kan sangat kompleks untuk dibahas,” tuturnya dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (21/4/2021).

Menurut dia, PGN dirasa tidak mengalami kerugian saat penutupan laporan keuangan. Karena pendistribusian gas dinilai cukup jelas.

 Baca juga: Kesulitan Dapat Suplai Gas, PGN Surati Menperin

“Kalau disebut loss, saya tidak merasa bahwa ada kerugian. Karena semua gas yang dibeli, semua yang dijual, pelanggannya jelas, tagihannya jelas. Lalu, tidak boleh ada keterlambatan dan selama ini tidak ada pasal kompromi apapun di PGN,” ujar Achmad.

Lanjutnya, jika memang PGN merugi perlu ada tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai auditor pemerintah yang melakukan pemeriksaan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini