Dari BBM, Bus Damri Dikonversi Jadi Listrik

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 320 2398965 dari-bbm-bus-damri-dikonversi-jadi-listrik-FIbhzoRYu6.jpg Konveris Bus Damri dari BBM ke Listrik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia (Damri) tengah mengkonversi bus berbahan BBM menjadi bus listrik. Saat ini, persiapan konversi tengah dilakukan, salah satunya dengan pelepasan body dan mesin bus bersama PT Spora Tehnika Indonesia.

Mengutip laman website resmi perseroan, pelepasan body dan mesin dilakukan pada dua unit bus besar dan satu unit bus medium. Program tersebut rencananya akan menjadi awal mula program pengkondisian fasilitas bus lainnya, seperti Chassis, rem, wiring, engine, transmisi, tangki, dan compressor AC sebelum dilakukan uji coba pada Agustus 2021 mendatang.

Baca Juga: Daftar Tarif Tiket Terbaru Damri Bandara Soetta per 1 Juli 2020, Termahal Rp195.000

"Program pelepasan body dan mesin bus dilakukan sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan oleh pihak Damri maupun PT Spora Tehnika yang diharapkan akan selesai pada Triwulan III 2021," demikian keterangan manajemen, Kamis (22/4/2021).

Kesiapan Damri untuk melakukan konversi bus listrik telah ditandai dengan penyerahan secara simbolis charger station dari PT Spora Teknika Indonesia dengan direksi perseroan. Kemudian dilakukan program retrofit bus listrik untuk transportasi umum pada 14-15 Desember 2020.

Baca Juga: Erick Thohir Angkat Irjen Pol Sam Budigusdian Jadi Ketua Dewan pengawas Damri

Dalam konversi tersebut, perusahaan juga bekerja sama dengan beberapa partner penyedia teknologi, baik dari pihak swasta maupun dengan BUMN lain yang berkompeten di bidangnya.

"Beberapa partner swasta dalam program ini adalah PT Spora Tehnika Indonesia, PT Optima Integra Tehnika, dan PT ZFAG Aftermarket," kata manajemen.

Kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle telah menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Fokus itu seiring dengan cadangan nikel yang dimiliki Indonesia sangat besar. Dimana, sumber daya tersebut bisa menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini