Share

Pembelian Sapi Asal Belgia Harus Mampu Penuhi Kebutuhan Daging di RI

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 320 2399274 pembelian-sapi-asal-belgia-harus-mampu-penuhi-kebutuhan-daging-di-ri-PIP4DIVJkb.jpg Daging Sapi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian BUMN berencana membeli sapi asal peternakan Belgia. Hal itu demi memenuhi kebutuhan daging di Indonesia agar mengurangi volume impor per tahunnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih menyambut baik gagasan tersebut. Karena selama ini selalu terjadi gap yang cukup tinggi antara kebutuhan konsumsi daging dan ketersediannya secara nasional.

Baca Juga: Erick Thohir Akan Beli Peternakan Sapi di Belgia, Begini Respons DPR

"Pada tahun ini kebutuhan daging nasional kita diprediksi meningkat menjadi 696.956 ton. Sementara produksi dalam negeri tahun 2021 diperkirakan sebesar 425.978 ton. Sehingga masih ada gap sebesar 223.142 ton. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kekurangan tersebut harus dipenuhi lewat impor," kata Abdul dalam keterangan tertulis, Kamis (22/4/2021).

Dia menyebut, dampaknya dari adanya volume impor yang cukup tinggi ialah harga daging mahal dan tidak stabil terlebih dalam momentum tertentu seperti menghadapi hari raya seperti sekarang ini.

Baca Juga: Daging Sapi Impor Asal Brasil Masuk RI, Ada 19 Kontainer

“Problem harga daging yang tidak stabil ini harus segera terpecahkan. Karena setiap menjelang hari raya Iedul Fitri pasti harga daging selalu menggila. Dan itu terjadi setiap tahun,” ujarnya.

Menurut dia, gagasan Erick Thohir tersebut justru harus cepat direalisasikan mengingat tren pertumbuhan ekonomi nasional yang mulai membaik, sehingga potensi kebutuhan daging juga diprediksi akan ikut naik.

"Stok sapi hidup kita banyak, tetapi yang siap potong masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan daging nasional. Hal ini karena peternak domestik kita masih menggunakan sistem yang tradisional, yaitu hanya akan menjual sapi ketika butuh uang dan dalam momen tertentu saja. Sehingga ketersediaan daging pun tidak bisa dikontrol oleh pemerintah," kata dia.

Sejauh ini, banyak peternak lokal yang sudah mengembangkan sapi-sapi luar negeri seperti Limosin dan Simental. Sapi-sapi tersebut cukup digemari karena mampu menghasilkan penambahan berat harian yang cepat sehingga lebih menguntungkan. Akan tetapi, biasanya bibit sapi seperti ini jumlahnya tidak banyak di pasaran dan harganya masih cukup tinggi.

“Berkenaan dengan ide kepemilikan peternakan di luar negeri tersebut, Kementerian BUMN diharapkan bisa lebih proaktif lagi untuk mencari bibit sapi berkualitas. Jika perlu Pak Meteri juga harus menjajaki komunikasi dengan negara- negara produsen sapi selain Belgia seperti Australia dan Selandia Baru," katanya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan niatnya untuk membeli sapi asal Belgia. Skema pembelian akan dilakukan melalui BUMN sektor peternakan.

Langkah pembelian sapi Belgia diyakini mampu menekan impor daging sapi, di mana selama ini masih menjadi upaya Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Keinginan Erick Thohir disampaikan kepada Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi, dalam forum Milenial Hub: Milenial Fest x PPI Belgia.

"Pak Dubes kalau ada peternakan sapi di Belgia mau dijual, BUMN yang beli. Kalau ada ya Pak Dubes," ujar Erick, Minggu (18/4/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini