Uang Beredar di RI Tembus Rp6.888 Triliun, Melambat Nih

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 320 2399530 uang-beredar-di-ri-tembus-rp6-888-triliun-melambat-nih-Fs4jAqdmRQ.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2021 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya.

Deputi Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, uang beredar pada Maret 2021 sebesar Rp6.888,0 triliun atau tumbuh sebesar 6,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,3% (yoy).

"Perlambatan tersebut terjadi pada seluruh komponennya yaitu uang beredar sempit (M1), uang kuasi, dan surat berharga selain saham. Pertumbuhan M1 pada Maret 2021 sebesar 10,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,6% (yoy)," kata Erwin di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Baca Juga: Uang Beredar Tumbuh Tinggi 12,3% Jadi Rp6.742,9 Triliun 

Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 5,9% (yoy) pada Maret 2021. Perlambatan uang beredar pada Maret 2021 turut dipengaruhi oleh realisasi tahun sebelumnya (base effect) berupa tingginya pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 12,1%.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 pada Maret 2021 terutama dipengaruhi oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih, perlambatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, serta penurunan kredit.

Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih sebesar 7,9% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2021 sebesar 11,5% (yoy).

Demikian pula pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat sebesar 42,0% (yoy), lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya sebesar 50,8% (yoy). Selain itu, pertumbuhan kredit[1] terkontraksi 4,0% (yoy), lebih dalam dari kontraksi 2,3% (yoy) pada Februari 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini