JAKARTA - Manajer yang efektif memperhatikan banyak aspek manajemen, kepemimpinan, dan pembelajaran dalam perusahaannya. Sebenarnya sulit untuk mengukur bagaimana langkah sukses dalam sebuah manajerial yang baik.
Hanya saja, ada 8 keterampilan berikut yang tanpanya manajer tidak bisa dikatakan sukses. Ini adalah keterampilan kunci dan kritis yang akan membantu manajer memimpin tim dan mendorong karyawan untuk bisa menghargainya. Berikut ulasannya, dilansir dari The Balance, Sabtu (24/4/2021).
Baca juga: Pekerja Sudah Beradaptasi Kerja di Rumah Selama Pandemi Covid-19
1. Manajer yang Baik Tahu Apa yang Dibutuhkan dan Tidak Dibutuhkan Karyawan
Manajer yang baik memahami bahwa mereka adalah faktor apakah karyawan termotivasi dalam bekerja. Mereka tahu apa saja yang dibutuhkan karyawan untuk bekerja secara efektif, tetap produktif, menyenangkan pelanggan, dan berkontribusi pada perusahaan secara harmonis
Manajer yang buruk sering disebut sebagai alasan utama mengapa karyawan berhenti dari pekerjaannya. Bantulah karyawan merasa dihargai, dikenali, dan berterima kasih juga merupakan kunci untuk bekerja secara efektif sebagai manajer.
2. Membangun Hubungan Interpersonal yang Efektif dan Responsif
Anggota staf, kolega, dan manajer senior menghormati kepedulian, kolaborasi, rasa hormat, kepercayaan, dan perhatian. Mereka bergantung pada seorang manajer yang memperlakukan rekan kerja dengan bermartabat dan hormat.
Baca juga: OJK Buka Lowongan Kerja, Cari Direktur hingga Staf
3. Berkomunikasi secara Efektif
Manajer yang efektif adalah seseorang yang berkomunikasi secara efektif baik komunikasi secara langsung, telepon, chat, atau email. Mendengarkan dan komunikasi dua arah mencirikan interaksi dengan orang lain. Manajer juga harus terbuka untuk menerima umpan balik dari kolega dan staf. Hindari respons defensif dan janji-janji palsu untuk mengubah perilaku.
4. Membangun Tim
Membangun tim memungkinkan staf lain untuk berkolaborasi secara lebih efektif satu sama lain. Mereka bisa merasa lebih efektif, kreatif, dan produktif di hadapan orang yang mereka hargai. Bersedia untuk duduk bersama dan menyelesaikan masalah ketika kerja atau tugas tim tidak sesuai target. Beri tahu karyawan secara langsung dan terus terang jika mereka menghalangi kemajuan tim.