Share

Pengusaha Cicil Bayar THR, Menaker Minta Bukti Laporan Keuangan Perusahaan

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 26 April 2021 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 320 2400953 pengusaha-cicil-bayar-thr-menaker-minta-bukti-laporan-keuangan-perusahaan-1y9d7LjGV3.jpg Menaker Ida Fauziyah. (Foto: Okezone.com/Kemenaker)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan kembali bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) 2021 untuk pekerja atau buruh wajib dibayarkan secara full dan tidak dicicil.

Dia menilai tahun ini berbeda dengan tahun lalu, di mana 2020 adalah masa darurat Covid-19 dan tahun ini terhitung sebagai masa pemulihan.

Baca Juga: Dear Pengusaha, Ingat Ya THR Paling Telat Dibayar H-1 Lebaran

"Peraturannya tetap tegas, berdasarkan surat edaran THR 2021, perusahaan yang mampu wajib membayar THR pekerja maksimal H-7 hari raya keagamaan," ujar Ida dalam webinar di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Dia menegaskan bahwa bagi perusahaan yang tidak mampu membayar THR, wajib melampirkan bukti laporan keuangan internal perusahaan. Selain itu, dia meminta agar pihak perusahaan membuka dialog dengan pekerja untuk mencapai kesepakatan tanggal pembayaran THR.

Baca Juga: 4 Fakta THR Harus Dibayar Full, Pekerja Bisa Lapor ke Sini

"Tapi, dispensasinya hanya maksimal H-1 hari raya keagamaan, tidak seperti tahun lalu yang bisa dicicil hingga Desember 2020. Sekarang harus full," tambah Ida.

Dia mengatakan, pemerintah sudah banyak memberikan insentif dan stimulus ke dunia usaha. Sehingga, harapannya adalah agar THR tahun ini bisa dibayarkan secara penuh dan tepat waktu.

"Ini penting untuk meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat, khususnya dari kalangan pekerja atau buruh," pungkas Ida.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini