Uang Negara di Daerah 'Nganggur' Rp182 Triliun, Sri Mulyani: Tolong Dibelanjakan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 320 2402791 uang-negara-di-daerah-nganggur-rp182-triliun-sri-mulyani-tolong-dibelanjakan-2fBvJqiN6e.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk mengakselerasi belanja anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Pasalnya banyak dana yang justru tersimpan di bank dan belum dibelanjakan oleh pemda.

Dia merinci hingga Maret 2021, simpanan pemerintah daerah di perbankan (bank umum) mencapai Rp182,33 triliun. Simpanan ini naik Rp18,39 triliun atau 11,22% dari posisi bulan Februari 2021. Dibandingkan Maret 2020 yang sebesar Rp177,52 triliun, simpanan pemda ini naik Rp4,81 triliun atau 2,71%.

Baca Juga: Jokowi: Anggaran Pembangunan Harus Lebih Besar dari Belanja Pegawai

“Ini berarti memang masih ada dana di dalam APBD yang tersimpan di bank dan belum dijadikan belanja yang bisa memulihkan ekonomi di daerah,” kata Sri Mulyani dalam acara Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 secara virtual, Kamis (29/4/2021).

Lanjutnya, dari total APBD 2021 sebesar Rp1.045,18 triliun, realisasinya hingga Maret baru Rp80,69 triliun. Angka ini lebih rendah dari realisasi tahun lalu di bulan Maret yang sebesar Rp106,67 triliun.

Baca Juga:   Ridwan Kamil Minta Pemda Optimalkan Sumber Dana Non-APBD

“Ini yang perlu menjadi perhatian agar pemerintah daerah juga ikut menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi menggunakan APBD-nya, karena APBN sudah melakukan langkah-langkah di dalam mengakselerasi belanja untuk pemulihan ekonomi,” bebernya.

Dia menambahkan belanja negara meningkat, sedangka pendapatan negara mengalami penurunan. Untuk itu, APBN harua dikelola dengan sehat dan tepat.

"Kebutuhan belanja yang meningkat dan penerimaan negara yang belum sepenuhnya pulih karena kita selalu tetap memberikan dukungan bagi sektor usaha dan masyarakat yang masuk di dalam kondisi menghadapi Covid ini dan sekali lagi tahun 2021 defisit juga melonjak di atas 3%," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini