Erick Thohir Colek Sri Mulyani, Minta Setoran Dividen BUMN Lebih Kecil dari PMN

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 320 2402876 erick-thohir-colek-sri-mulyani-minta-setoran-dividen-bumn-lebih-kecil-dari-pmn-IxLhvmpwM5.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meminta dividen perusahaan BUMN akan lebih kecil dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima hingga 2022 mendatang. Sebab, kinerja perseroan masih tercatat menurun akibat pandemi Covid-19.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait hal tersebut. Pemegang saham pun sudah menyusun skema alokasi PMN untuk BUMN selama periode 2021-2022. Dalam kurun waktu 2 tahun itu, ada tiga skema penyerapan yang akan dijalankan manajemen BUMN.

 Baca Juga: Pak Erick Thohir, Ini Pesan Menko Luhut untuk BUMN

"Berbeda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya, di 2021-2022 ini antara dividen dan PMN yang diharapkan tentu ini masih menjadi diskusi antara dua kementerian. Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN itu sendiri. Di mana memang suka tidak suka karena covid ini 2021-2022 (PMN lebih kecil dari dividen)," ujar Erick, Kamis (29/4/2021).

Kementerian BUMN menargetkan dividen tahun ini di kisaran Rp28 triliun. Sementara target PMN lebih besar 139,28% atau setara Rp67 triliun. Adapun, proyeksi pada 2022, dividen yang ditargetkan Rp35 triliun, dan PMN 77,14% atau sebesar Rp62 triliun.

 Baca Juga: Erick Thohir Siapkan Skema Penyerapan PMN BUMN, Ini Rinciannya

Pemegang saham memproyeksikan dividen perusahaan akan kembali normal pada 2023-2024 mendatang. Proyeksi itu didasari pada keyakinan bahwa selama periode tersebut kinerja perseroan kembali membaik.

Erick Thohir mencatat, pihaknya terus melakukan perubahan strategi perseroan secara besar-besaran. Langkah itu diharapkan mampu membawa perusahaan keluar dari jeratan krisis akibat pandemi. Dalam skemanya, perubahan strategi model bisnis akan disesuaikan dengan kondisi dan dinamika di lapangan.

"Kita secara bersama merubah strategi secara besar, dimana, transformasi yang namanya supply chain kita perkuat dan tidak lupa memperkeras daripada pengawasan Good Corporate Goverment, pembangunan talenta yang kompetitif, memastikan bisnis model yang teradaptasi setelah pasca Covid-19. Tapi tetap terfokus dibisnisnya," katanya.

Sepanjang 2021, Kementerian BUMN menyusun strategi keberlangsungan hidup perusahaan. Dimana, pemegang saham melakukan perlindungan bagi perseroan negara yang masih terdampak pandemi. Perlindungan ini berupa restrukturisasi utang hingga pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN).

Di sisi produksi dan distribusi, pemegang saham juga memperkuat supply chain melalui proses pengawasan yang ketat. Sementara pada aspek tata kelola, Kementerian BUMN akan mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) atau human capital hingga menguatkan tata kelola perusahaan Good Corporate Goverment (GCG).

"Bahwa suka tidak suka bahwa di kuartal 2021 ini kita mode-nya survivor atau keberlangsungan hidup. Dimana, kita melindungi BUMN strategis yang terdampak Covid-19 di bisnisnya. Lalu juga secara bersama kita merubah strategi secara besar, dimana, transformasi yang namanya supply chain kita perkuat dan tidak lupa memperkeras daripada pengawasan supply chain," kata dia.

Lalu, pada 2022 BUMN akan masuk pada fase restrukturisasi dan realignment. Restrukturisasi berkaitan dengan kinerja bisnis dan keuangan perseroan. Sementara di periode 2023-2024 BUMN diharapkan bisa kembali normal dengan inovasi dan transformasi yang disiapkan saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini