Pensiunan Nasabah Jiwasraya 'Geruduk' Kantor Erick Thohir

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 320 2403438 pensiunan-nasabah-jiwasraya-geruduk-kantor-erick-thohir-HTPYeBd3lJ.jpg Pensiunan Nasabah Jiwasraya Sambangi Kantor Erick Thohir. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pensiunan nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menuntut supaya polis anuitas dana pensiun dapat dihilangkan dari restrukturisasi Jiwasraya. Tuntutan tersebut dilakukan di depan kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.

Para pensiunan ini mengatasnamakan diri sebagai Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya (FPBNJ). Ketua FPBNJ, Syahrul Tahir menginginkan agar Menteri BUMN Erick Thohir dapat menerima masukan mereka.

Baca Juga: Kondisi Terkini Keuangan Jiwasraya: Aset Cuma Rp15 Triliun, RBC Minus 1.000%

Dia mengaku, sudah beberapa kali mengirimkan surat kepada Erick Thohir melalui kurir dan surat elektronik, meski begitu, kedua surat perihal aspirasi restrukturisasi polis tradisional Asuransi itu belum mendapat respons dari sang Menteri.

"Ya jelas kami kecewa, pada tanggal 5 April lalu kami pernah bersurat ke Kementerian BUMN, perihal aspirasi restrukturisasi polis tradisional asuransi Jiwasraya bagi pensiunan BUMN namun surat yang dikirim melalui kurir tidak juga masuk dan hasilnya nihil. kami sebenarnya kirim juga pakai surat elektronik," ujar Syahrul kepada Wartawan, Jumat (30/4/2021).

Baca Juga: Setujui Restrukturisasi, Polis Nasabah Jiwasraya Dialihkan ke Indonesia Financial Group

Pada 12 April lalu, FPBNJ sudah mendatangi Kementerian BUMN untuk bertemu langsung dengan pejabat setempat. Namun, upaya itu gagal. Per Jumat ini, tuntutan kembali disuarakan lewat gerakan aksi.

Syahrul yang juga ditunjuk sebagai Koordinator aksi mencatat, puluhan pensiunan itu mencoba mendesak memasuki area kantor Kementerian BUMN dan bersikeras untuk menemui Erick Thohir dan jajaran pejabat lainnya. Namun usaha tersebut hanya diterima dan berdiskusi dengan staf Humas Kementerian.

"FPBNJ berharap hasil pertemuan dengan staf Humas Kementerian BUMN dan aspirasi dari forum pensiunan BUMN dapat disampaikan sebelum tenggat waktu penyelesaian restrukturisasi pada Mei mendatang," katanya.

Tercatat, ada 12 dana pensiun BUMN yang menolak skema restrukturisasi Jiwasraya. Para pensiunan tersebut menganggap skema Jiwasraya merugikan serta melanggar aturan soal manfaat dana pasti yang mereka terima. Hingga bulan Maret 2021 anuitas kumpulan (Pensiunan) 10 Persero BUMN tercatat nilai top-up sebesar Rp 4.6 Triliun dengan total sebanyak 23.485 peserta. Sedangkan total keseluruhan 73 persero BUMN mencapai kerugian sebesar Rp 20 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini