Bus Beroperasi saat Larangan Mudik Sudah Berstiker

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 320 2406210 bus-beroperasi-saat-larangan-mudik-sudah-berstiker-mcHtEntUSn.jpg Bus Berstiker Diizinkan Beroperasi saat Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membolehkan beberapa armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan AJAP beroperasi. Namun syaratnya kendaraan bus tersebut ditempel stiker khusus dari Kementerian Perhubungan.

Beberapa bus di Terminal Kalideres pun kini sudah mulai dipasangi stiker. Mengingat, terminal Kalideres merupakan salah satu terminal yang masih diizinkan untuk beroperasi di tengah larangan mudik Lebaran.

Baca Juga: Jelang Larangan Mudik, Hanya 500 Penumpang yang Berangkat dari Terminal Kalideres

Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen mengatakan, diperkirakan ada 100 armada bus berstiker yang diizinkan untuk beroperasi saat larangan mudik lebaran. Namun mengenai tujuan dan armada mana saja, Revi tidak menyebutkan secara rinci.

"Kalau pembatasan satu perusahaan 20% yang ada. Perusahaan kan beda-beda armadanya. Paling banyak 100 armada," ujarnya saat ditemui MNC Portal Indonesia di Terminal Bus Kalideres, Rabu (5/5/2021).

Revi menjelaskan, stiker khusus ini digunakan untuk mengangkut masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak. Stiker ini hanya dikeluarkan sebanyak 20% dari armada yang tersedia untuk masing-masing perusahaan.

Baca Juga: Ingatkan Kasus Covid-19 di India, Menaker Minta Pekerja Tidak Mudik

"Stiker khusus yang digunakan pada kepentingan mendesak itu dikeluarkan oleh Kementerian Perhubugan. Khususnya Ditjen Perhubungan darat yang mana jumlahnya untuk satu perusahaan maksimal 20% dari armadanya," jelasnya

Bahkan, ada beberapa perusahaan tertentu saja yang diizinkan untuk beroperasi dengan memberikan stiker. Dibatasinya penempelan stiker ini juga dikarenakan jumlah penumpang yang tidak akan terlalu banyak pada masa larangan mudik lebaran.

"Ada juga yang hanya perusahaan tertentu yang diberikan izin tersebut karena kemungkinan juga penumpangnya tidak sebanyak hari-hari biasa," jelasnya.

Dalam pemberian stiker juga, Kementerian Perhubungan memperhatikan beberapa hal. Salah satunya adalah dengan menyesuaikan kebutuhan untuk masing-masing rute aga seluruhnya bisa tersedia.

"Maka disesuaikan dengan tujuan-tujuannya agar tujuan yang dituju semua berbeda. Jadi dilayani perusahaan berbeda sehingga jumlahnya dibatasi," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini