Hari Pertama Larangan Mudik, 6.853 Penumpang Naik Pesawat di 15 Bandara

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 320 2407360 hari-pertama-larangan-mudik-6-853-penumpang-naik-pesawat-di-15-bandara-HZHegvwVTl.jpg Bandara (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat ada 6.853 pergerakan penumpang yang terjadi di 15 bandara pada hari pertama masa peniadaan atau larangan mudik lebaran. Jumlah tersebut jauh di bawah rata-rata trafik penumpang harian April lalu yang sebanyak 87.872 pergerakan penumpang atau atau minus 92%.

Sedangkan untuk trafik atau pergerakan pesawat pada hari pertama masa peniadaan mudik ini ada sebanyak 288 pergerakan. Sedangkan jumlah kargo yang diangkut pada hari pertama masa peniadaan mudik lebaran ini adalah 770.851 Kilogram (kg) kargo.

Baca Juga:  Di Tengah Larangan Mudik, Tempat Penitipan Kucing Penuh

Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan mengatakan, jumlah penumpang yang berangkat pada hari pertama peniadaan mudik ini sudah sesuai dengan aturan dari Satuan Tugas (Satgas) covid nomor 13 tahun 2021. Selain itu, operasional bandaran juga mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor 13 tahun 2021.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi selama Masa Idul Fitri 1442 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran covid-19, di mana hanya penerbangan yang dikecualikan yang dapat dilakukan.

Baca Juga: Mobil Ambulans Nekat Bawa 7 Pemudik di Gerbang Tol Cikarang

"Kami pastikan bahwa penerbangan yang dilakukan pada masa peniadaan mudik ini adalah hanya penerbangan yang dikecualikan. Kami mendukung penuh kebijakan Pemerintah untuk menghimbau masyarakat #TidakMudikuntukIndonesiaLebihBaik," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).

Adapun penerbangan dikecualikan yang dapat dilakukan pada masa peniadaan mudik tersebut yaitu transportasi udara yang digunakan untuk pimpinan lembaga tinggi negara dan tamu kenegaraan. Kemudian ada juga perwakilan negara asing dan perwakilan organisasi internasional.

Lalu ada operasional penegakan hukum dan pelayanan darurat, operasional kargo dan operasional angkutan udara perintis. Dan terakhir adalah operasional angkutan udara untuk keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik seperti perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga meninggal, dan ibu hamil.

Itu pun para penumpang yang dikecualikan tersebut harus menunjukan prsyaratan yang diberikan seperti surat tugas atau surat keterangan dari keluarahan dan juga surat keterangan bebas covid. Di luar itu, masyarakat tidak diperbolehkan untuk berpergian menggunakan transportasi udara.

"Kami menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan pada masa peniadaan mudik dan setelah masa peniadaan mudik. Hal ini penting untuk dilakukan agar pandemi dapat dikendalikan dan apa yang terjadi di negara-negara tetangga tidak terjadi di Indonesia," jelasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini