THR PNS Tanpa Tukin Sedikit? Korpri: Tergantung Gaya Hidup, Minum Kopi Rp3.000 atau Rp30.000

Dita Angga R, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 20:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 320 2407391 thr-pns-tanpa-tukin-sedikit-korpri-tergantung-gaya-hidup-minum-kopi-rp3-000-atau-rp30-000-5g2voUTHQo.jpg THR (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) angkat bicara mengenai petisi yang memprotes kecilnya THR PNS. Hal ini menyusul tidak masuknya tunjangan kinerja pada komponen THR PNS tahun ini.

Ketua Umum Korpri Zudan Arif Fakrullah mengatakan bahwa soal cukup dan tidaknya THR adalah sesuatu yang relatif.

“Wah kalau sudah mengatakan sedikit, cukup enggak cukup itu relatif,” ungkapnya, Jumat (7/5/2021).

Baca Juga: Dear Para PNS, Harusnya Bersyukur Dapat THR meski Tidak Full 

Menurutnya, cukup atau tidaknya THR sangat bergantung pada penggunaannya. Dia menilai jika untuk kebutuhan hidup tentunya cukup membantu. Namun berbeda jika untuk memenuhi gaya hidup.

“Mau makan dengan lauk daging bisa, dengan lauk tahu tempe ya bisa. Ya kan? Mau minum kopi di Starbucks ya bisa, mau minum kopi biasa seharga Rp3.000 juga bisa, Rp30.000 juga bisa. Jadi menurut saya kalau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya insya Allah cukup. Tapi kalau memenuhi gaya hidup ya saya enggak tahu. Mungkin enggak akan cukup,” tuturnya.

Menurutnya kondisi saat ini seharusnya disyukuri oleh para ASN. Pasalnya selain menerima THR, para ASN tidak mengalami pemotongan gaji.

“Saya mengajak teman-teman itu menaruh rasa syukur yang sedalam-dalamnya bahwa negara masih memberikan perhatian besar kepada para ASN. Ini dalam kondisi keuangan negara yang sulit, negara masih memberikan bonus. Ini kan bonus. Tambahan di luar gaji,” ungkapnya.

Dia pun memahami jika ada sebagian ASN yang kecewa karena mungkin THR yang dibayarkan tidak full. Namun dia meminta agar para ASN juga memahami kondisi negara saat ini yang masih belum pulih.

Seperti diketahui di dalam petisi yang dibuat disebutkan bahwa dalam pidato APBN, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan pembayaran THR secara full.

“Ya saya bisa memahami kekecewaan itu. Yang penting paham bahwa kondisi negara itu belum pulih kembali seperti sedia kala. Harapan bapak presiden pada waktu itu ekonomi bisa pulih. Pandemi bisa kita selesaikan. Ternyata kan kita semua harus kompak. Masyarakat harus disiplin, PNS harus memberi contoh. Kita semua lah. Enggak bisa pandemi hanya dihadapi oleh pemerintah sendiri. Enggak bisa. ASN harus turut serta. Masyarakat harus turut serta,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini